Ini Kesalahan yang Dilakukan saat Kenakan Busana Seragam Lebaran
Friday, 01 July 2016
Ini Kesalahan yang Dilakukan saat Kenakan Busana Seragam Lebaran

MENGENAKAN busana baru saat Lebaran sudah menjadi tradisi unik yang berlangsung di Indonesia. Dalam momen tersebut, sejumlah keluarga pun memilih untuk tampil dengan busana seragam.

Ya, menggunakan busana seragam saat Lebaran rupanya masih menjadi tren di tahun ini. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh desainer kenamaan Dian Pelangi.

Dian menuturkan jika masih banyak keluarga yang ingin tampil kembar. Namun, demikian terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih busana seragam.

“Seragaman saat Lebaran menurut aku tidak harus 100 persen sama. Kesalahan pada orang yang memilih busana seragaman saat Lebaran adalah bahan dan motifnya sama semua. Itu kesalahan utama menurut aku. Jadinya terlihat seperti seragam kantoran atau sekolah, ” ungkap Dian Pelangi kala berbincang-bincang dengan Okezone, di kawasan Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu.

Menyadari kesalahan tersebut, desainer asal Palembang itu memberikan beberapa trik dalam memilih busana seragam yang akan dikenakan saat hari nan fitri. Di mana untuk tampil seragam tidak perlu mengenakan busana dengan bahan dan motif yang sama.

“Tidak harus sama persis motifnya, tetapi kita bisa menggunakan nuansa warna yang sama. Misalnya, nuansa warna pink. Si ibu bisa menggunakan warna pink yang soft, bapaknya bisa pakai warna dusty pink yang lebih kecokelatan, kemudian anaknya pakai pink yang terang. Jadi, nuansa warnanya masih sama, yakni nuansa pink, tetapi tidak 100 persen sama,” terang Dian.

Begitu pula bagi Anda yang akan menggunakan busana bernuansa monokrom saat Hari Raya. Anda dapat memadupadankan beberapa warna basic seperti atasan putih dan bawahan hitam, atau menyisipkan warna lainnya, yaitu abu-abu.

“Misalnya, ayah pakai warna hitam, ibu pakai warna putih, anaknya pakai warna abu-abu. Jadi, yang penting adalah nuansa warnanya dibanding motif atau bahan busana,” tutup pemilik nama lengkap Dian Wahyu Utami itu.

(okz/ren)