Ini Faktor Penyebab Kebosanan Rumah Tangga
Monday, 23 June 2014
Ini Faktor Penyebab Kebosanan Rumah Tangga

MENJALANI sebuah kehidupan pernikahan, pastinya ada pasang surutnya. Bukan hanya masalah pertengkaran saja, namun hal kecil dalam pernikahan bisa memicu pertengkaran yang besar. 
Sebelum membahas bagaimana mengatasi kebosanan dalam rumah tangga, kita cari tahu dulu, yuk, penyebabnya apa sih?
 
Uang
Uang memang bukan segalanya, tetapi pada zaman sekarang jika tidak memiliki uang manusia pun tidak bisa berbuat apa-apa. Penyebab kebosanan berumah tangga juga bisa muncul jika pasangan tidak memiliki pemasukan keuangan yang cukup atau tergolong kurang. Memang, kewajiban suami adalah mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya. Namun, jika pendapatan dari suami tidak mencukupi kebutuhan keluarga, tidak ada salahnya jika istri membantu memenuhi pendapatan keluarga. Buatlah usaha yang bisa dilakukan di rumah tanpa harus keluar rumah. Misalnya, dengan berjualan makanan ringan, membuka online shop, dan lain sebagainya. Dengan adanya tambahan pemasukan keuangan dan kebutuhan utama dapat terpenuhi, maka kehidupan berumah tangga pun jadi terasa nyaman dan menyenangkan karena masalah keuangan dapat teratasi. Selain itu, untuk pasangan yang baru saja menikah segeralah membuat perencanaan keuangan keluarga untuk lima sampai sepuluh tahun ke depan demi kenyamanan berumah tangga.
 
Seksual
Hubungan seksual termasuk termasuk salah satu kebutuhan dalam pernikahan. Keharmonisan rumah tangga pun dapat dipastikan berjalan dengan baik bila kebutuhan biologis suami dan istri dapat terpenuhi. Perlu diingat, jika pasangan sedang stres dengan urusan kantor atau hal lain, lalu menolak diajak berhubungan. Karena merasa tidak terpuaskan maka pasangan pun jadi merasa bosan, sehingga mereka pun bisa pindah ke lain hati. Alasannya karena kebutuhan seksualnya tidak terpenuhi. Oleh karena itu, adanya komunikasi dan saling pengertian sangat dibutuhkan dalam hubungan berumah tangga.
 
Usia mental
Sebenarnya usia tidak bisa dijadikan patokan penyebab pasangan merasa bosan dengan rumah tangganya. Kadang, jika usia kalendernya (usia sebenarnya) sudah sesuai untuk menikah, ternyata usia mentalnya (kematangan seseorang pada posisi usianya) justru masih seperti anak-anak maka hal itu tetap bisa memicu kebosanan berumah tangga. Bahkan, baru menikah beberapa bulan pun mereka bisa bercerai. Usia mental ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan yakni dari pola asuh keluarganya.
 
Tersisih karena anak
Kehadiran anak yang bisa menyita waktu istri sehingga ia tidak lagi bisa memanjakan suaminya bisa dijadikan alasan pasangan merasa jenuh atau bosan. Ada beberapa suami yang merasa istri tidak lagi memerhatikannya karena sibuk mengurus anak. Tapi, bagi suami-suami yang yang spesial dan peka, kehadiran anak yang memang mereka harapkan bersama bukanlah penyebab kebosanan berumah tangga. Justru dengan adanya pembagian waktu dan saling bergantian mengurus anak maka dapat menambah kemesraan antara suami dan istri. Anaklah yang menyatukan Ayah dan Ibunya bukan malah merenggangkan.

(okezone)