Perbedaan Pola Asuh Ibu Modern dan Dulu
Monday, 02 November 2015
Perbedaan Pola Asuh Ibu Modern dan Dulu

PARA ibu muda di zaman millennium memiliki pola asuh berbeda dengan ibu masa lalu. Ada kemajuan dari segi teknologi. Penelitian menunjukkan ada ide-ide baru dalam pola asuh yang dilakukan ibu modern.

Improvisasi pola asuh gaya baru yang dilakukan ibu-ibu modern terkadang menimbulkan kesalahan. Lantas, pola asuh seperti apa yang terjadi pada ibu modern dan ibu masa lalu?

Media sosial berlebihan

Dengan adanya media sosial di luar sana, sangat mudah mengambil gambar dan menulis pengalaman lucu tetang anak. Tak jarang ada pula pengalaman menjijikkan yang dimuat di media sosial. Ibu muda tidak sadar bahwa semua orang bisa mengakses media sosial, semua orang akan mengenal Anda dan anak. Bayangkan bagaimana bila kelak anak melihat bahwa diri mereka dipublikasi sedemikian besar oleh ibunya sendiri. Orang melihat mereka telanjang dan bertingkah konyol. Anak akan merasa terganggu ketika semua orang tahu tentang siapa diri mereka dari media sosial.

Ketakutan berlebihan

Kemajuan teknologi memudahkan semua orang menerima informasi. Berita penculikan, penelantaran, dan kekerasan pada anak ada setiap hari. Berita mengerikan ini dianggap sangat serius oleh para ibu muda. Mereka jadi sangat takut bila kejadian tersebut menimpa si buah hati. Karena ketakutan itu ibu jadi banyak melarang anak, mengunci pintu, dan menempatkan anak selalu berada di bawah perlindungan mereka.

Over higienis

Ibu modern sangat menjaga kebersihan anak. Mereka tidak ingin anak terkena kuman sedikit pun. Ibu tidak sadar kalau anak perlu daya tahan tubuh agar tidak rentan terhadap penyakit. Kotoran bisa menjadi antibody anak dan mencegah alergi. Sagking tak ingin anaknya kotor, bahkan ibu tidak membiarkan orang menyentuh anaknya.

Banyak larangan

Semua ibu ingin anak tumbuh optimal. Mereka khawatir anak tercemar bila dibebaskan melakukan segala sesuatu. Ibu tidak sadar kalau larangan mereka justru membuat anak penasaran. Seharusnya yang perlu dilakukan orangtua adalah mengawasi dan menemani. Bukan mengatur dan melarang ini-itu. Demikian dikutip Familyshare, Minggu (2/11/2015).

(okezone/vin)