Memberi Pemahaman Arti Kata 'Tidak' pada Anak
Tuesday, 10 November 2015
Memberi Pemahaman Arti Kata 'Tidak' pada Anak

SALAH satu bentuk kasih sayang pada anak adalah dengan mengatakan ‘tidak’ untuk hal-hal buruk. Namun, larangan sepertinya sulit dipahami bagi anak-anak.

Dalam masa pertumbuhan, pikiran anak dipenuhi rasa penasaran. Mereka ingin mencoba banyak hal untuk menambah pengalaman. Tetapi, ketika muncul kata ‘tidak’ dari orangtua, anak-anak berpikir orangtua tidak mencintai mereka. Berikut ini adalah alasan yang bisa diberikan pada anak agar mereka memhami arti kata ‘tidak’.

Demi kebaikan

Anak berusia di atas tiga tahun akan berpikir ibu adalah orang yang paling kejam saat melarang makan permen, cokelat, atau es krim. Mereka belum memahami risiko kesehatan yang rusak nantinya. Bahkan, pada anak berusia remaja yang sudah bisa berpikir, kadang mereka juga belum bisa memahami. Namun, orangtua harus bisa memberi pemahaman yang masuk akal. Bantu mereka mengerti sesuai usia dan terus mengembangkan mental agar sedikit demi sedikit mereka pahami nilai di dalamnya.

Demi masa depan

Jangan heran bila anak berharap orangtua selalu berkata ‘ya’ dalam setiap permintaan. Mereka masih muda dan punya harapan besar. Masalahnya, bila orangtua mengatakan ‘ya’ maka akan merusak masa depan mereka. Misalnya, saat anak meminta mainan mahal, bukan tidak bisa tapi uang harus di simpan untuk masa depan. Yang harus dilakukan orangtua ialah mengajak mereka berpikir bersama dan memberi contoh nyata bahwa pengemis di luar sana hidup susah karena tidak sekolah akibat suka membeli mainan mahal.

Mereka akan berterima kasih

Memang sangat tidak mungkin terjadi saat ini. Tapi, suatu hari anak akan berterima kasih. Jika orangtua selalu memberi semua keinginan, anak akan percaya bahwa mereka layak. Mengajarkan arti kata ‘tidak’ membantu anak-anak membuat keputusan yang lebih baik. Selain itu mereka akan lebih banyak bersyukur dengan apa yang dimiliki. Demikian dilansir Familyshare, Selasa (10/11/2015).

(okezone/vin)