Adaptasi Pola Asuh Jepang untuk Disiplinkan Anak
Friday, 27 November 2015
Adaptasi Pola Asuh Jepang untuk Disiplinkan Anak

BICARA soal disiplin, masyarakat Jepang sudah terbiasa hidup teratur jauh sebelum Indonesia merdeka. Mereka mendidik anak disiplin sedini mungkin, bahkan ketika masih di kandungan.

Sementara di Indonesia, mendidik anak disiplin masih menjadi PR besar bagi orangtua. Meski Indonesia dan Jepang berbeda budaya, tapi pola mendidik anak disiplin baik diadaptasi oleh para orangtua di sini.

Psikolog Anak, Vera Itabiliana mengatakan, di Jepang anak usia tujuh tahun sudah mandiri. Mereka berangkat sekolah naik kereta tanpa didampingi orangtua lagi.

"Itu merupakan sebuah keberhasilan orangtua dalam mendidik anak disiplin sehingga mereka mandiri. Caranya tidak memanjakan anak. Di Jepang sejak dini anak sudah ditanamkan nilai-nilai positif seperti mandiri, disiplin, tertib, tanggung jawab, dan empati," tutur Vera dalam acara 'Japanese Parenting' yang diselenggarakan produk popok bayi, Marries di Aeon Mall BSD, belum lama ini.

Ia menambahkan, karena masyarakat Jepang tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga dan baby sitter, jadi mereka harus bisa mendidik anak mandiri sejak kecil. Bila anak nyasar ke sekolah maka mereka harus mencari cara untuk menyelamatkan diri sendiri.

"Ketika anak sudah mulai bisa menggenggam, mereka diajarkan membereskan mainan sendiri. Setiap kemampuan anak bertambah maka mereka ajarkan melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya tanpa bantuan orangtua. Seperti mandi, makan, atau memasang kancing baju. Walau lama orangtua harus sabar menunggu," terang Vera.

(okezone/vin)