Pertengkaran Orangtua Rusak Mental Anak
Tuesday, 08 December 2015
Pertengkaran Orangtua Rusak Mental Anak

PERTENGKARAN dalam rumah tangga itu wajar. Namun, jangan pernah Anda bertengkar di belakang Anak. Alih-alih ingin menyembunyikan permasalahan pribadi dengan suami, itu malah akan membuat mental anak menjadi rusak.

Tetapi, bukan berarti Anda dan pasangan harus bertengkar di depannya. Berikut top tips untuk membantu Anda seperti dilansir Kidspot, Selasa (8/12/2015).

Jika pertengkaran di depan anak-anak adalah kejadian umum untuk Anda, sebuah pergeseran pola pikir mungkin diperlukan. Coba dan prioritaskan kesehatan anak-anak Anda dengan membiarkan mereka mengekspresikan diri sendiri. Orangtua harus menghormati hak mereka untuk tidak menjadi saksi dari urusan kisruh rumah tangga.

Meskipun mungkin sulit dan tidak realistis untuk tidak pernah bertengkar di depan anak-anak. Pertengkaran mengenai topik dewasa tidak bisa dipahami oleh anak. Misalnya, topik tentang seks.

Pergi ke taman bermain adalah waktu yang tepat sambil membicarakannya secara pribadi dengan anak tentang pertengkaran orangtua.

Menggunakan sinyal non-verbal untuk mengisyaratkan pertengkaran Anda dengan pasangan. Agar tak terdengar sampai telinga sang buah hati.

Pergi ke ruang yang terpisah jika mungkin dan menulis pikiran tentang perasaan Anda di selembar kertas. Bisa juga dengan cara menelefon atau berkomitmen untuk berbicara tentang persoalan rumah tangga setelah Anak sibuk dengan kegiatannya atau ketika mereka tertidur pulas.

(okezone/vin)