Gara-Gara Lagu Piala Dunia, Ricky Martin Dituntut Rp 117 M
Sunday, 14 February 2016
Gara-Gara Lagu Piala Dunia, Ricky Martin Dituntut Rp 117 M

Semarak Piala Dunia telah usai. Namun, sayangnya Ricky Martin harus tersandung masalah hukum terkait lagu Piala Dunia miliknya, Vida.

 

Ricky dianggap telah melakukan plagiarisme terhadap karya salah satu penyanyi pria asal Puerto Rico, Luis Adrian Cortes Ramos. Penyanyi yang jadi finalis Puerto Rico Idol tersebut menuntut ganti rugi kepada Ricky senilai US$ 10 juta atau Rp 117 miliar.

 

Gara-garanya, Ramos mengikuti kontes pencarian lagu tema Piala Dunia bernama SuperSong. Ricky bekerja sama dengan Sony Music untuk menyelenggarakan kontes tersebut. Dan, pemenang akan mendapatkan pemberitahuan serta penghargaan atas karyanya.

 

Dalam kontes tersebut Ramos diberitahu gagal masuk lima besar. Namun sebulan kemudian, betapa terkejutnya Ramos ketika ia tahu lagu Vida sangat mirip dengan karya ciptaannya. Terlebih, Ramos sudah dianggap gugur dalam kontes dan tak mendapatkan hadiah apapun terkait karyanya itu.

 

"Ramos terkejut, kecewa dan menderita secara mental karena lagunya (Ricky Martin) sangat mirip dengan apa yang sudah diciptakannya," jelas kuasa hukum Ramos.

 

Menariknya, meski merasa tertipu bahkan karyanya dianggap sudah dicuri, namun Ramos tetap mengakui Ricky adalah idolanya. Ricky Martin sendiri sampai sekarang masih belum memberikan keterangan dan pernyataan lebih lanjut atas tuntutan ini.

 

Lebih jauh, Vida sendiri lagu yang diakui serta ditulis oleh Ricky Martin,Salaam RemiElijah King. Lagu tersebut masuk dalam album ONE LOVE, ONE RHYTHM - THE 2014 FIFA WORLD CUP OFFICAL ALBUM yang dirilis pada bulan Mei lalu.

(Kapanlagi.com)