Everest
Thursday, 17 September 2015
Everest

Diceritakan, pada tahun 1996, ada seorang pendaki gunung asal New Zealand bernama Rob Hall (Jason Clarke). Bukan hanya sekedar pendaki, namun ia juga merupakan guide bagi para wisatawan yang ingin merasakan bagaimana mendaki ke puncak Everest.

 

Pada akhir bulan Maret di tahun yang sama, Rob akan kembali menemui Everest untuk membawa rombongan baru. Ia terpaksa meninggalkan istri tercintanya (Keira Knightley) yang sedang mengandung buah hati pertama mereka. Bersama rekan-rekannya dari penjuru dunia, Ang Dorjee (Ang Phula Sherpa), Michael Groom (Thomas M. Wright), Harold (Martin Henderson), Doug (John Hawkes), Yasuko (Naoko Mori), Beck Weathers (Josh Brolin), masing-masing dari mereka membawa misi dan cita-cita sendiri terkait pendakian yang dapat dikatakan ekstrim tersebut.

Perjalanan yang ditempuh sangat jauh, dan pada 30 Maret 1996, regu mereka sudah sampai di pos utama Everest. Di sana, mereka mengatur strategi dan tidak langsung mendaki. Para wisatawan yang ingin mendaki gunung Everest diharuskan melakukan latihan fisik lebih dulu selama beberapa hari, diiringi dengan perjalanan mereka ke pos-pos berikutnya. Rob juga menargetkan supaya ia dan timnya tiba di puncak Everest pada 10 Mei 1996.
 
Dari pos satu dan pos lainnya, tidak ada kendala berarti yang ditemui Rob. Bahkan, 8 dari 10 orang yang dibawanya berhasil bersorak dan menginjakkan kaki di puncak Everest. Ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi Rob sebagai pemandu. Pukul 2 siang di tanggal 10 Mei 1996, Rob dan regunya seharusnya sudah dalam perjalanan turun ke pos. Namun rupanya Rob dan Doug masih berada di puncak Everest karena suatu kendala.

Doug yang semula diduga tidak sanggup melakukan pendakian ke puncak, memaksa agar Rob menemaninya hingga ke puncak. Rob pun setuju, dan akhirnya perjalanan mereka sedikit molor dari waktu yang telah dijadwalkan. Dan karena keterlambatan kecil itu, hal besar datang. Badai salju datang menghantam keduanya. Di puncak Everest, di ketinggian 8,848 m, Rob dan Doug harus bertahan hingga badai salju selesai.
 
Universal Pictures, Cross Creek Pictures, Working Title Films dan RVK Studios berkolaborasi melahirkan sebuah karya berjudul Everest. Film yang didedikasikan untuk Rob Hall dan seluruh pendaki gunung Everest di dunia ini mengangkat kisah nyata yang mungkin sudah luput dari mata dunia.

Everest, terkenal sebagai gunung tertinggi di dunia. Kekokohannya tentu menjadi tantangan bagi para pendakinya, begitu juga Rob Hall dan timnya. Karena diangkat dari kisah nyata, tentu khususnya sobat nonton yang gemar mendaki gunung sudah mengetahui kisah dari Rob Hall. Dan film Everest mengupas film ini menjadi lebih tajam dan detail.
 
Seluk beluk pendakian, mulai dari bandara di Nepal, Tibet, perencanaan pendakian, motivasi para pendaki, perlengkapan mendaki, juga menelusuri dari pos-pos pertama hingga puncak, terangkum lengkap di film Everest. Dan terasa sangat nyata, mengingat naskah yang dibuat oleh William Nicholson dan Simon Beaufoy ini ditulis berdasarkan kisah nyata.

Dan yang paling membuat film berdurasi 121 menit ini sedap dipandang, tentunya karena keindahan panorama dari Everest yang dihadirkan oleh sang sutradara, Baltasar Kormakur. Everest terus menyoroti berbagai sudut dari gunung salju tersebut, setiap keindahan di sisi-sisinya diabadikan dalam film ini.

Untuk segi plotting rasanya tak ada yang mengganggu di film Everest. Sobat nonton hanya perlu duduk dan menikmati suguhan yang luar biasa hebat. Apalagi kalau sobat nonton menyaksikannya di theater IMAX. Adegan darah-darah pun tidak ada, jadi sobat nonton tidak perlu ragu untuk menyaksikan film Everest sambil menikmati popcorn atau menu lainnya.