Black Mass
Wednesday, 07 October 2015
Black Mass
Film yang digarap berdasarkan kisah nyata memang selalu menarik untuk disaksikan. Setidaknya, film jenis ini sudah memiliki kekuatan cerita yang kuat dan dikenal. Inilah yang diangkat oleh Scott Cooper dalam film terbarunya berjudul Black Mass. Film ini mengisahkan seorang bernama James 'Whitey' Bulger (Johnny Depp) yang merupakan pemimpin gang di Boston selatan yang dikenal dengan Winter Hill.
 
Bersama para anak buahnya, Brian Halloran (Peter Sarsgaard), Kevin Weeks (Jesse Plemons), dan sang algojonya John Martorano (W. Earl Brown), Bulger mencoba mematahkan dominasi mafia Italia di kota Boston. Sepak terjangnya yang terkenal kejam ternyata sudah diincar oleh FBI, begitu juga dengan mafia Italia. Namun, bak gayung bersambut, keinginan Bulger itu coba diakomodir oleh agen FBI oportunis dan korup, John Connolly (Joel Edgerton).
 
BLACK MASS
 
Ternyata, Connolly dan Bulger adalah teman lama sejak kecil. Mereka pun akhirnya berkolaborasi dengan menjadikan Bulger sebagai informan FBI untuk menangkap mafia Italia. sebagai balasannya, apapun yang dilakukan oleh Bulger tidak bisa diusik, kecuali mereka melakukan pembunuhan. Seiring berjalannya waktu, Bulger menjadi jumawa dan lepas kendali. Setiap aksinya selalu disertai pembunuhan. Hal itu akhirnya menjadikan ia buronan paling dicari FBI. 
 
Itulah beberapa peristiwa kunci yang ada dalam film Black Mass. Selain cerita, hal yang paling terasa istimewa dalam film ini adalah kembali memukaunya akting Johnny Depp. Ya, aktor Hollywood berpengalaman ini akhirnya 'back on track'. Ini pada akhirnya akan mengingatkan Anda kembali penampilannya dalam film Public Enemies (2009). Terlebih lagi jika Anda memang penggemar sang aktor. 
 
BLACK MASS
 
Meski untuk segi action lebih sedikit, namun dari sisi kharisma dan kualitas akting Johnny Depp telah kembali ke penampilan terbaiknya. Cara bagaimana ia menginterpretasikan karakter Bulger sangat impresif dan begitu kuat. Anda dijamin akan merasakan sekali bagaimana sosok Bulger yang kejam dan licin serta itu dibawakan oleh Depp dengan sangat menyakinkan. 
 
Penata artistik dalam film ini juga layak diacungi jempol. Black Mass mampu membawa Anda yang menontonnya merasa kembali ke era gangster di Amerika Serikat pada tahun 70-80an. Mulai dari tempat mereka bercengkerama, mengeksekusi para korbannya, hingga tempat-tempat yang mereka pilih untuk bertransaksi dan bersembunyi serta kendaraan yang dipakai sangat khas dengan era tersebut. 
 
BLACK MASS
 
Yang juga menarik, eksekusi Cooper dalam memvisualisasikan kisah nyata ini ke dalam film juga patut diacungi jempol. Meski ia sudah terbantu dengan ceritanya yang sudah kuat, namun ia bisa menggambarkan dengan sangat detail setiap karakter yang ada dan terlibat di dalamnya dan membuatnya begitu hidup. Tidak ada karakter yang sia-sia di film ini, dalam arti saling menguatkan satu sama lain. 
 
Dan yang pasti, drama thriller berdurasi dua jam ini tidak akan membuat Anda mengantuk dengan berbagai konflik dan intrik yang ada di dalamnya. Padahal, seperti dikatakan di awal, film ini memiliki adegan action yang minim. Namun, Anda akan dibuat mengerutkan dahi dan berpikir ternyata ada kisah seperti ini di dunia nyata dan biasanya hanya bisa Anda lihat dalam film. 
 
BLACK MASS
 

Apakah FBI berhasil mengangkap mafia Italia lewat bantuan Bulger? Lantas, bagaimana nasib Bulger yang telah melanggar kesepakatannya dengan FBI?