The Walk (2015)
Thursday, 15 October 2015
The Walk (2015)
Seorang seniman asal Perancis yang ahli berjalan di atas tali/kabel bernama Philippe Petit (Joseph Gordon-Levitt) punya mimpi besar untuk bisa melakukan aksinya di gedung Twin Towers atau yang juga dikenal dengan nama gedung WTC di Amerika Serikat. Demi mewujudkannya, ia pun mencoba mengumpulkan orang-orang yang bersedia membantunya untuk cita-cita yang terbilang ambisius dan hampir mustahil itu. 
 
Sedari kecil, Petit memang sudah jatuh cinta dengan pagelaran sirkus. Setiap ada kesempatan atau acara sirkus, ia selalu hadir. Terutama pertunjukan yang dimainkan oleh idolanya, Papa Rudy (Ben Kingsley). Awalnya, Petit belajar semua keahliannya secara otodidak. Hingga pada akhirnya ia menyadari butuh bantuan sang idola untuk mewujudkan mimpi besarnya itu. Petit akhirnya meminta dilatih dan konsultasi secara khusus dengan Papa Rudy. 
 
Lewat tekad yang kuat dan menjalani semua proses latihan yang diajarkan oleh Papa Rudy, Petit akhirnya merasa sudah siap. Sebagai langkah awal, ia mencoba kemampuannya itu dengan menyebrangi gedung Notre Dame de Paris dan berhasil dengan mulus. Kesuksesan itu membuat Petit semakin percaya diri dan memutuskan untuk segera mewujudkan mimpinya. 
 
Dibantu para rekan kompatriotnya, Annie (Charlotte Le Bon), Jean-Louis (Clément Sibony) dan Jean-François (César Domboy), mereka pun berangkat ke Amerika Serikat. Sesampainya di sana, mereka pun sadar tak bisa melakukan hal itu sendirian. Mereka butuh orang dalam yang punya akses ke gedung kembar tersebut yang notabene baru saja selesai dibangun pada tahun 1974. Selain itu, yang membuat mimpi Petit terasa sangat mustahil adalah ia melakukannya secara ilegal. 
 
Itulah beberapa sekelumit kisah yang mengawali film terbaru karya sutradara kenamaan Hollywood, Robert Zemeckisyang berjudul The Walk. Pasca kurang lebih tiga tahun kembali setelah mengarahkan film Flight (2012), film ini bisa dikatakan menunjukkan kembali 'tangan dingin' Zemeckis sebagai salah satu sutradara handal d Hollywood. Ini seperti mengingatkan kembali bagaimana gaya story telling di film Forrest Gump (1994) yang menggugah dan inspiratif. 
 
Zemeckis berhasil menampilkan bagaimana seorang seniman seperti Petit tak hanya menjadikan apa yang ia lakukan sebagai seni, tetapi juga mampu mengajarkan seperti seni dalam meraih mimpi. Film yang dikemas dengan sederhana, namun menjadi mewah karena kaya akan keindahan semangat seorang seniman dalam menghasilkan sebuah karya. Inilah yang membuat The Walk begitu unik dan memiliki rasa yang berbeda. Terlebih lagi dikuatkan dengan ceritanya yang berdasarkan kisah nyata. 
 
Selain itu, yang membuat film drama ini menjadi sajian tontonan yang menarik dan menghibur adalah teknologi visual tingkat tinggi yang digunakan di dalamnya. Terutama pada saat Petit sudah mulai mencoba menyebrangi menara WTC. Anda dijamin akan merasakan sensasi melihat ketinggian yang luar biasa seperti menjadi bagian di dalamnya. Untuk itu, agar menjadi lebih maksimal, sangat disarankan untuk menonton versi 3D atau IMAX-nya. 
 
Sementara untuk soal akting, kredit layak diberikan kepada aktor utama, Joseph Gordon-Levitt. Aktor muda berbakat ini berhasil menunjukkan jika dirinya memang layak diperhitungkan kembali di dunia akting. Transformasinya menjadi seorang Petit dengan logat Perancisnya yang kental begitu meyakinkan. Gestur dan gaya rambutnya juga dibuat sangat mirip dengan Petit asli. Dan yang pasti, Anda akan menyaksikan bagaimana Levitt memiliki tubuh yang lentur dan bisa melakukan beberapa adegan sirkus. 
 

Apakah Petit dan kawan-kawan bisa menemukan orang-orang yang bisa membantu mereka memasuki gedung WTC secara diam-diam? Dan berhasilkah Petit menyebrangi menara kembar tersebut?