Pan
Thursday, 19 November 2015
Pan
Seorang anak yatim bernama Peter (Levi Miller) harus menerima kenyataan ditinggal oleh ibunya sejak lahir dan tinggal di panti asuhan. Celakanya, panti tersebut ternyata bekerjasama dengan seorang bajak laut jahat bernama Blackbeard (Hugh Jackman) untuk menyalurkan anak-anak panti asuhan menjadi budak di sebuah negeri misterius tempat ia berkuasa yang disebut Neverland. 
 
Sesampainya di negeri antah berantah itu, layaknya para budak yang lain, Peter bertugas di tempat penambangan kristal yang memiliki kekuatan peri. Awalnya, Peter tak percaya jika peri ternyata benar-benar ada, bukan dongeng belaka. Hingga pada akhirnya ia tak sengaja menemukan dirinya bisa terbang atau melayang layaknya peri kala dihukum dijatuhkan dari ketinggian oleh Blackbeard. 
 
Semua yang melihat kejadian itu pun sontak terkejut, termasuk seorang budak bernama Hook (Garrett Hedlund). Mengetahui Peter memiliki kemampuan untuk terbang, ia pun mengajaknya bekerjasama untuk lari dari tawanan Blackbeard. Peter pun setuju, namun ia ingin Hook juga membantunya mencari tahu dari mana kemampuan terbangnya berasal. Pasalnya, Blackbeard sempat mengatakan kepadanya jika ia merupakan keturunan peri. Dari sejak itu pula Peter merasa ibunya masih hidup. 
 
Itulah beberapa penggalan peristiwa yang mengawali dan menjadi pengantar cerita film terbaru karya Joe Wright berjudul Pan. Bagi Anda penggemar tokoh kartun tersohor Peter Pan, tentu tidak akan asing jika menonton film ini. Tetapi, yang menarik adalah soal sisi cerita lain yang diangkat. Ya, film ini tidak menceritakan perseteruan Peter Pan dan Kapten Hook, tetapi menampilkan awal mula Peter berubah menjadi pahlawan dan perkenalannya dengan Kapten Hook. 
 
Jadi, untuk kali ini, Anda tidak akan disajikan kisah klasik pertempuran Peter dengan Hook, melainkan seperti apa masa kecil Peter hingga bisa tergabung di dunia peri dan hidup di Neverland serta siapa Kapten Hook di usia mudanya. Oleh karena itu, sangat layak jika film ini dikatakan memiliki cerita yang terasa baru dan lebih segar, sehingga Anda bisa menikmatinya tanpa harus takut sudah tahu apa yang akan terjadi. 
 
Selain itu, untuk ukuran film keluarga, film ini sangat memenuhi kriteria. Misalnya saja terkait adegan action di dalamnya. Meski terbilang cukup banyak, namun adegan action di film ini sangat aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Tidak ada satu adegan action pun yang tergolong sadis atau berdarah-darah. Unsur komedi yang ditampilkan pun sangat aman. Tidak ada lelucon dewasa yang vulgar. Dan yang pasti, tidak ada unsur berbau seks di film ini. 
 
Sementara soal akting, ancungan jempol layak diberikan kepada sang pemeran utama, Levi Miller. Aktor cilik ini terbilang sukses membawakan karakter Peter Pan yang cerdas, kritis, polos, namun tetap dalam bingkai karakter anak-anak. Ia tidak tampil berlebihan, tidak bertingkah sok tua dan baik hati tentunya. 
 

Penasaran dengan kisah selengkapnya? Apakah Peter bisa bertemu dengan ibunya? Seperti apa hubungan Peter dan Kapten Hook sebelum menjadi musuh bebuyutan?