Trik Tiwi Eks T2 Asuh Anak agar Tak Minder
Sunday, 14 February 2016
Trik Tiwi Eks T2 Asuh Anak agar Tak Minder

BANYAK hal yang dapat hancurkan kepercayaan diri anak-anak. Seperti, bullying di media sosial dan membandingkan mereka dengan anak lain. Namun, satu hal yang perlu diingat, tak ada orangtua yang sempurna.

Hal itu disadari betul oleh Tiwi, Eks personel T2. Meski sudah berhati-hati dalam mengasuh anak, terkadang di luar kontrol ia tak sengaja memarahi anak. Sadar bahwa tindakan tersebut berdampak merusak mental sehingga membuat anak tidak percaya diri atau minder. Ibu dari Reo Athar Sakuramoto ini langsung menetralisir keadaan.

“Mendidik anak secara keras bukan berarti harus marah. Tapi kalau sedang capek kadang saya suka marah juga. Kalau sudah kejadian, saya menenangkan diri dulu agar emosi reda,” ujar Tiwi saat menyambangi kantor Redaksi Okezone di Gedung HighEnd Jakarta, belum lama ini.

Setelah merasa tenang, kemudian wanita bernama lengkap Prastiwi Dwiarti ini bicara kepada anak. Tujuannya agar putranya yang berusia 2 tahun itu juga merasa lebih tenang.

“Saya bicara ke Reo tentang apa yang terjadi. Agar dia mengerti kalau ibunya marah bukan karena benci atau meluapkan emosi. Itu terjadi karena sedang capek. Saya juga tidak ingin anak jadi minder karena sering dimarahin, takutnya dia nanti tidak percaya diri,” pungkasnya.

(vin)

Hal itu disadari betul oleh Tiwi, Eks personel T2. Meski sudah berhati-hati dalam mengasuh anak, terkadang di luar kontrol ia tak sengaja memarahi anak. Sadar bahwa tindakan tersebut berdampak merusak mental sehingga membuat anak tidak percaya diri atau minder. Ibu dari Reo Athar Sakuramoto ini langsung menetralisir keadaan.

“Mendidik anak secara keras bukan berarti harus marah. Tapi kalau sedang capek kadang saya suka marah juga. Kalau sudah kejadian, saya menenangkan diri dulu agar emosi reda,” ujar Tiwi saat menyambangi kantor Redaksi Okezone di Gedung HighEnd Jakarta, belum lama ini.

Setelah merasa tenang, kemudian wanita bernama lengkap Prastiwi Dwiarti ini bicara kepada anak. Tujuannya agar putranya yang berusia 2 tahun itu juga merasa lebih tenang.

“Saya bicara ke Reo tentang apa yang terjadi. Agar dia mengerti kalau ibunya marah bukan karena benci atau meluapkan emosi. Itu terjadi karena sedang capek. Saya juga tidak ingin anak jadi minder karena sering dimarahin, takutnya dia nanti tidak percaya diri,” pungkasnya.

(okz/vin)