Cara Bentengi Anak dari Pelecehan Seksual
Sunday, 14 February 2016
Cara Bentengi Anak dari Pelecehan Seksual

MASALAH pelecehan seksual anak di bawah umur memang sedang marak. Untuk itu, sebagai orangtua harus selalu mewaspadai hal-hal yang tak diinginkan.

Berikut cara membentengi anak dari pelecehan seksual yang dijelaskan psikolog pendidikan dan anak, Elizabeth Santosa kepada Okezone.

Terlibat dalam kehidupan anak

Orangtua harus mengetahui kegiatan anak sehari-hari, siapa teman-temannya, guru, PRT, atau supirnya, bagaimana anak di sekolah dan lingkungan sekitar rumah. Penting bagi orangtua untuk supervisi kegiatan anak.

Memahami tanda-tandanya

Pahami tanda-tanda anak bila mengalami perubahan emosi, perilaku yang ditunjukkan anak sekecil apa pun. Anak sering kali tidak nyaman atau takut menceritakan pengalamannya krpada orangtua.

Berikan pendidikan seks sejak dini

Berikan pendidikan seks sejak dini sesuai usia yang komperhensif (kesehatan organ intim, psikologis, norma sosial, dan agama). Usia prapubertas anak dapat diberikan pengetahuan mengenai periode pubertas yang akan dialaminya menjelang remaja. Begitu pula dengan definisi dan dampak negatif penyimpangan seksual seperti gay, lesbian, dan biseksual.

Mendidik anak pentingnya "jaga jarak aman"

Tegaskan siapa saja yang boleh menyentuh tubuh anak Anda, bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh, serta larang jika anak untuk menyentuh orang lain.

Mendidik anak untuk berani mengatakan "tidak"

Ajarkan anak untuk berani melaporkan jika terjadi pelecehan seksual. Yakinkan anak untuk tidak perlu takut dihukum atau merasa bersalah jika melapor.

Selalu berdiskusi

Selalu lakukan diskusi bila ada fenomena yang terjadi di dalam masyarakat. Ajak mereka berpendapat dan beropini.

(okz/tty)