Sarapan Pagi Mampu Tingkatkan IQ
Monday, 21 March 2016
Sarapan Pagi Mampu Tingkatkan IQ

YOGYA - Kepala Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Toto Sudargo mengungkapkan, untuk remaja dan anak-anak, kebutuhan kalori setiap hari 1.900 Kkal hingga 2.100 Kkal sehingga idealnya, sarapan harus memenuhi sepertiga dari kebutuhan kalori atau sekitar 600 Kkal.

“Kalau dibayangkan, nasi 100 gram ditambah telur dadar, satu potong pisang, dan teh manis sudah mewakili,” papar dia ketika ditemui kampanye berjudul Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 di Alun-alun Selatan, Yogya, dikutip dari Harianjogja, Senin (21/3/2016).

Ia mengungkapkan, sudah ada penelitian yang dilakukan dengan mengamati anak-anak yang rutin sarapan selama enam bulan. Hasilnya, ada peningkatan IQ point sebesar 10 hingga 11 IQ point. Oleh karena itu orangtua harus memberikan contoh yang baik kepada anak-anak untuk sarapan dengan menu-menu yang bervariasi sehingga anak tidak bosan.

“Kenapa sebelum pukul 09.00 WIB? Karena kita tidur minimal pukul 22.00 WIB sehingga perut kosong selama delapan hingga 10 jam dan gula darah akan turun,” ungkap dia.

Sarapan juga berfungsi untuk menormalkan gula darah sehingga baik anak-anak maupun orang dewasa bisa berkonsentrasi dalam menjalankan aktivitas. Jika tidak sarapan, biasanya mata akan berkunang-kunang bahkan pingsan.

“Kalau anak-anak pingsan karena belum sarapan itu karena otak kekurangan gula darah, sehingga wajib sarapan. Orang dewasa juga karena beban pekerjaan yang tinggi,” ungkap dia.

Adapun rangkaian acara adalah minum energen bersama yang juga dihadiri Walikota Jogja Haryadi Suyuti dan Ketua PKK Yogya Tri Kirana Muslidatun. Walikota Yogya kemudian melepas rombongan jalan sehat. Ia berharap masyarakat melakukan sarapan rutin dan menjaga kesehatan.

Salah satu peserta jalan sehat Surami mengaku selalu sarapan dengan rutin setiap pagi. Ia melakukannya sebelum pukul 09.00 WIB karena sudah menjadi kebiasaan. Setelah sarapan, ia baru memulai aktivitas sehari-hari.

(okz/amr)