Batman v Superman Dapat Review Buruk, Ini Kata Para Pemerannya
Monday, 28 March 2016
Batman v Superman Dapat Review Buruk, Ini Kata Para Pemerannya

LOS ANGELES - Batman v Superman: Dawn of Justice baru diputar di Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini. Tapi, sebelum banyak orang menyaksikan duel dua superhero DC itu, kritikus telah memberikan tanggapannya terhadap film tersebut. Hasilnya?

Film ini mendapatkan review yang buruk dari para kritikus. Di Rotten Tomatoes, film ini hanya memperoleh angka 30% ketika tulisan ini dibuat. Sementara, outlet media kondang seperti The New York Times, Entertainment Weekly dan The Hollywood Reporter mencerca habis film tersebut.

Kondisi ini tentu membuat para pendukung film ini seperti Henry Cavill (Superman), Ben Affleck (Batman), Amy Adams (Louis Lane), Gal Gadot (Wonder Woman) dan sutradara Zack Snyder angkat bicara. Kepada Yahoo! Movies, Henry menuturkan, baginya, reaksi penonton terhadap film itu lebih penting daripada respons kritikus.

“Yang menarik adalah kita mendapatkan kritikus yang punya opini pribadi mereka. Dan, opini personal itu selalu datang dari satu tempat. Dan, ada ide yang terbentuk sebelumnya dimana kalian harus melewati kritik sebelum mulai menulis artikel atau review kalian dan itu mempengaruhi segalanya,” papar dia.

Henry menegaskan, respons audiens adalah yang terpenting dalam sebuah film karena mereka mengeluarkan uang untuk menyaksikannya. “Apa yang benar-benar penting, saya yakin, adalah apa yang dikatakan penonton. Karena mereka adalah yang membeli tiket, mereka yang ingin melihat lebih banyak kisah seperti ini atau tidak dan suara penonton adalah yang terkencang dan setelah akhir pekan ini, penoton, setidaknya sebagian, akan bicara,” tutur bintang Man of Steel itu.

Saat Henry bicara, Ben yang ada di sebelahnya mendengarkan dengan muka sedih. “Saya sepakat,” ucap Ben. Video yang memperlihatkan muka sedih Ben saat mendengarkan Henry bicara itu kini telah ditonton lebih dari 2,4 juta orang di YouTube.

Tak hanya Ben, Amy pun setuju dengan pernyataan Henry itu. “Tidak satu pun dari kami yang bikin film untuk para kritikus. Kalian tidak bisa masuk ke sana dengan perspektif itu. Sejauh ini, reaksi (penonton) benar-benar positif. Kalau kalian tertarik pada film ini, kalian harus nonton dan membentuk opini kalian sendiri bukannya mempercayai kata-kata (kritikus),” ujar dia seperti dikutip Aceshowbiz.

Gal pun berusaha meyakinkan semua orang mengenai film yang dia bintangi itu. “Saya kira film ini bagus. Ini besar, ini massif. Saya kira mereka membuatnya dan saya benar-benar menikmatinya,” kata dia.

Sementara, pemeran Lex Luthor, Jesse Eisenberg, mengakui tidak membaca review para kritikus “Saya tida membacanya karena saya tidak menonton film itu. Saya bisa sangat kritis. Saya tidak suka membaca seperti itu karena bagi saya itu menganggu,” ucap dia.

Ketika diberitahu bahwa semua orang memuji penampilannya sebagai Lex, Jesse menuturkan, ”Kalau begitu, saya akan baca semuanya dan saya akan nonton filmnya.”

Sutradara film ini, Zack Snyder, memaparkan, dia berusaha membuat film ini berdasarkan komikmnya. “Saya seorang pencinta komik dan saya membaut film ini berdasarkan yang saya bisa pada estetika itu. Dan, saya tidak tahu bagaimana melakukannya 100%, jadi, inilah,” ujar dia.

Batman v Superman: Dawn of Justice diramalkan bakal memecahkan rekor box office. Deadline memprediksi film ini akan meraup tak kurang dari USD350 juta di pasar global dan menyusul kesukesan Furious 7 yang meraup USD397,7 juta pada 2015.

Dawn of Justice diperkirakan akan dibuka pada angka USD150 juta atau lebih di Amerika Serikat. Sejumlah orang yakin kalau angka ini bisa lebih tinggi, dengan mempertimbangkan kesuksesan Deadpool—superhero Marvel yang tidak terlalu dikenal dan berhasil meraup USD152,2 juta pada akhir pekan Hari Valentine pada Februari lalu dalam empat hari, termasuk kenaikan pendapatan hingga USD132,4 juta dalam tiga hari. Sebagai catatan, Deadpool tayang dengan status rating R atau untuk 17 tahun ke atas, sedangkan Batman v Superman berstatus rating PG-13 atau di bawah bimbingan orang tua.

(edh)