Kisah Asmara Tukang Pos dalam Film Surat Cinta Untuk Kartini
Monday, 11 April 2016
Kisah Asmara Tukang Pos dalam Film Surat Cinta Untuk Kartini

JAKARTA - Surat Cinta untuk Kartini menawarkan cerita yang beda dari film-film sejarah lainnya. Film karya sutradara Azhar Kinoi Lubis itu akan menceritakan sebuah sejarah dari Raden Ajeng Kartini dari sudut pandang seorang tokoh fiktif bernama Sarwadi.


"Ada sosok tukang pos di tahun 1900an yang sering mengantarkan surat cintanya sendiri. Kita ingin membuat cerita yang berbeda, yaitu fiksi yang berlatar belakang sejarah. Ada lebih tantangan," jelas Liliana Tanoesoedibjo, Direktur utama MNC Pictures, di MNC Finance, Jakarta.


Dari seringnya mengantar surat Kartini itulah, Sarwadi mulai jatuh cinta pada sang wanita bangsawan, sebuah cinta terlarang karena perbedaan kasta mereka. Meski demikian, Sarwadi tetap bangga bisa mencintai Kartini. Dia pun sebisa mungkin membantu pujaan hatinya itu untuk mewujudkan mimpi mendirikan sekolah wanita. Sarwadi bahkan menyekolahkan putrinya, Ningrum, di sekolah itu.


Namun Sarwadi harus menghadapi kenyataan pahit ketika Kartini dilamar oleh bupati Rembang. Lantas, bagaimana nasib cinta Sarwadi?


Jawaban pertanyaan tersebut dapat ditemui di bioskop-bioskop tanah air mulai 21 April 2016 saat Surat Cinta untuk Kartini mulai tayang. Film ini dibintangi oleh Chicco Jerikho, Rania Putri, Acha Septriasa, Ence Bagus dan banyak lainnya.


"Kita akan luncurkan 21 April, bertetapan dengan Hari Kartini. Film ini berlatar belakang sejarah," terang Liliana.

(okezone/fik)