10 Mitos dan Fakta Perawatan Tubuh si Kecil
Tuesday, 10 May 2016
10 Mitos dan Fakta Perawatan Tubuh si Kecil

JAKARTA - Tahu nggak Mommies, perasaan apa yang mendominasi saya ketika menjadi orangtua baru? Saya masih galau. Maklum ya, menjadi orangtua nggak ada sekolahnya – dan harus banyak belajar. Hmmm, terkait dengan itu saya senang sekali dengan pernyataan dari teman semasa kuliah dulu, “Berdedikasi terhadap proses”.

Termasuk proses memahami bahwa menjadi orangtua itu, adalah proses pembelajaran seumur hidup! Nggak boleh bosan untuk belajar, dan beruntung, semenjak bekerja di media saya bisa menggali banyak hal mengenai pengasuhan anak. Mulai dari mencari tahu semua tentang demam, seputar ASI, nutrisi, serta tumbuh kembang anak, hingga menjadi orangtua yang lebih sabar.

Perasaan galau saya saat pertama-tama menjadi orangtua, di antaranya masih bingung seputar mitos dan fakta seputar perawatan si kecil. Dan untuk “membunuh” rasa penasaran tadi, saya mengumpulkan mitos dan fakta yang selama ini kerap saya danMommies lainnya pertanyakan. Bersama dr. Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, mari kita kupas satu persatu.

Minum air kelapa hijau akan menjadikan kulit bayi bersih, cerah atau putih?

 

Mitos: Putih tidaknya kulit bayi terutama ditentukan oleh faktor genetik. Jadi tidak ada hubungannya dengan air kelapa hijau yang diminum ibu saat hamil.

Melentikkan bulu mata dengan cara digunting?

Mitos: Lentik tidaknya bulu mata terutama dipengaruhi faktor genetik. Menggunting bulu mata bayi justru mengurangi kemampuan bulu mata untuk melindungi mata dari benda asing yang mengarah ke mata bayi.

Melebatkan rambut dengan daun seledri?

 

Fakta: Salah satu faktor lebat tidaknya rambut adalah perawatan dan nutrisi. Apium raveolens atau seledri ini memang dipercaya dapat melebatkan rambut, baik dengan dimakan atau dioleskan. Kandungan protein pada daun seledri dapat merangsang tumbuhnya rambut dan menyuburkannya. Kandungan zinc dan vitamin A juga dapat menyehatkan rambut. Walaupun perlu juga diingat kalau faktor perawatan dan nutrisi hanya beberapa faktor dari sekian banyak faktor lainnya yang menentukan lebat tidaknya rambut. Bagaimana genetiknya? Bagaimana kebiasaannya, dan lain-lain.

Jika tidak dibedong kaki bayi bisa bengkok?

Mitos: Semua kaki bayi memang masih menyesuaikan dengan posisi saat meringkuk dalam rahim, artinya posisi kakinya masih bengkok. Tidak ada hubungan antara membedong bayi dengan meluruskan kakinya. Perkembangan normal kaki bayi memang begitu, nanti akan lurus sendiri seiring berjalannya waktu. Walaupun begitu, membedong (asal tidak terlalu ketat), diperbolehkan sekadar untuk menghangatkan dan menyamankan bayi.

Mencukur rambut bayi baru lahir akan membuat lebih tebal?

Mitos: Lebat tidaknya rambut anak dipengaruhi berbagai faktor. Genetik, nutrisi, penyakit, perawatan, kebiasaan dan faktor luar lainnya. Rambut yang dimiliki bayi baru lahir dinamakan rambut velus yang memang merupakan rambut sementara. Rambut velus yang halus dan tipis itu akan rontok dengan sendirinya sebelum anak berusia satu tahun dan akan digantikan dengan rambut yang permanen.

Tidak boleh keluar rumah setelah 40 hari?

 

Jadi, bisa dibilang ini mitos. Tapi ada betulnya juga. Bayi mempunyai daya tahan tubuh yang masih sangat rentan. Jika di bawa ke luar rumah, tempat keramaian seperti mal misalnya, bayi akan sangat berpotensi terkena virus atau bakteri yang ada di sana. Sebaiknya memang tunggu sampai bayi lebih kuat daya tahan tubuhnya.

Tidak boleh potong kuku bayi sampai 40 hari?

 

Mitos: Kuku panjang justru bisa melukai wajah atau bahkan mata bayi.

Kalau tidak pakai gurita akan menyebabkan bayi kembung?

 

Mitos: Bayi baru lahir memang perutnya lebih besar dari dada sehingga terlihat seperti kembung, Hal ini akan membaik sendirinya. Penggunaan gurita justru akan membuat bayi susah bernapas karena bayi masih menggunakan otot-otot perut untuk bernapas. Selain itu ruang untuk pertumbuhan organ jadi sangat terbatas sehingga bisa sangat mengganggu.

Menggunakan sarung tangan dan kaki agar tetap hangat?

 

Mitos: Sarung tangan dan kaki memang akan membuat bayi tetap hangat. Walaupun begitu tidak disarankan bagi bayi untuk tertus menerus menggunakan sarung karena terdapat indera peraba pada tangan dan kaki bayi yang harus distimulasi.

Menggunakan baby walker agar cepat jalan

 

Mitos: Penggunaan baby walker justru sangat tidak direkomendasikan karena baby walker menguatkan otot anak yang salah. Kedua tungkai bawah memang diperkuat, tetapi tungkai atas (paha) dan pinggul tetap tidak terlatih. Padahal tungkai atas dan pinggul sangat penting untuk berjalan. Jadi pemakaian baby walker malah tidak bermanfaat untuk menstimulasi anak berjalan.

Selain itu baby walker juga mengakibatkan bayi tidak dapat melihat kakinya sendiri. Bayi tidak mempelajari cara untuk mengimbangkan tubuh. Bayi-bayi itu sering berdiri dengan ujung jari kaki, yang mungkin mengakibatkan otot yang tegang dan mengajar bayi untuk berjalan pada ujung jari kaki.

Alasan lain dari tidak direkomendasikannya baby walker adalah bahaya. Anak yang menggunakan baby walker lebih tinggi risikonya terjatuh, terpeleset pada permukaan tak rata, dan dapat menggapai benda berbahaya seperti air panas, benda tajam, dan lain-lain.

(okezone/amr)