4 Kesalahan Ibu Baru saat Memiliki Anak Pertama
Tuesday, 24 May 2016
4 Kesalahan Ibu Baru saat Memiliki Anak Pertama

Belum berpengalaman mengurus anak kerap menjadi masalah tersendiri bagi seorang ibu baru. Selain godaan untuk boros membelanjakan barang-barang untuk si kecil, dalam hal mendidik pun perlu diperhatikan agar anak tumbuh menjadi karakter yang kuat dan memiliki mental yang tangguh. Berikut adalah 4 kesalahan para ibu barusaat memiliki anak untuk pertama kalinya.

1. Takut Berlebihan  (Parno)

Biasanya seorang ibu baru akan selalu menghubungkan segalanya dengan anak, seperti anak jatuh sedikit maka takut kena luka dalam, anak belum tumbuh gigi disangka kurang kalsium, atau anak sakit panas sehari langsung dibawa ke dokter. Justru itu semua salah, selama masih di tingkat wajar tidak apa-apa. Anak Anda juga perlu mengatasi sakit akibat jatuhnya, terlalu takut berlebihan akan membuat anak justru tidak tidak bebas bereskplorasi.

Tapi, sebaliknya terlalu santai juga membuat Anda tidak kritis terhadap tumbuh kembang anak. Jadi, menakar segala sesuatu sesuai dengan porsinya sangat penting dalam pengasuhan anak.

2. Over protective

Banyak para ibu baru yang melarang anaknya main hujan-hujanan, alasannya takut sakit. Namun, jika kita melarang dan membiarkan anak hasilnya mereka tidak bisa bereksplorasi. Bila anak dibiarkan bermain hujan-hujanan sejauh Anda mengawasinya maka anak bisa merasakan bagaimana dinginnya air hujan sekaligus menambah imajinasi mereka. Tentu saja hal ini bisa dilakukan saat anak dalam keadaan sehat dan tak banyak petir.

3. Boros

Belanja online sejatinya tidak menjadi masalah, tapi jika dalam berlebihan seperti membeli perlengkapan bayi mulai dari sepatu, baju, atau barang lucu lainnya malah akan membuat anda boros dan beberapa diantaranya tidak akan terpakai. Ingat bahwa anak Anda tumbuh begitu cepat. Sekejap saja, baju yang baru dibeli sudah tak lagi muat. Jadi sebaiknya memang membeli baju atau sepatu jangan berlebihan.

4. Super memanjakan

Apabila anak tersebut merupakan cucu pertama dari sisi orangtua Anda dan mertua, mungkin dianggap wajar bila dimanja. Namun kenyataannya, sangat memanjakan anak dengan menuruti semua keinginannya membuat anak jauh dari mandiri. Mau minum saja harus diambilkan, selalu ngambek dengan waktu yang lama bila diberi pengertian atau melarang sesuatu, anak pun cenderung ingin menang sendiri dan tak mau mengalah. Membiarkan anak untuk makan sendiri hingga menyuruh anak Anda membereskan mainannya sendiri sangat penting untuk melatih kemandiriannya.

(okz/FHM)