Bulan Puasa Momen Terbaik untuk Merestart Metabolisme
Thursday, 23 June 2016
Bulan Puasa Momen Terbaik untuk Merestart Metabolisme

IBADAH puasa Ramadan selama sebulan kita ketahui tidak hanya dapat diambil manfaatnya untuk konteks religius. Momen puasa sebulan dalam setahun ini juga bermanfaat untuk sisi biologis dari metabolisme tubuh yang perlu diperbaiki ketika kita menjalankan kehidupan di luar gaya hidup sehat.

Untuk itu, kita perlu melihat terlebih dulu kebiasaan apa saja yang sebaiknya mulai diubah di bulan puasa ini, kata ahli gizi Emilia Achmadi MS, RD. Hal ini berguna untuk mendisiplinkan kembali gaya hidup kita, termasuk mencegah kita kembali dengan gaya hidup buruk sebelum puasa.

"Bulan puasa harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk merestart dan membersihkan kembali tubuh kita. Karena yang kita lakukan sehari-hari, seperti makan apa yang kita mau tanpa berpikir dua kali, nggak punya waktu untuk sarapan karena saking sibuknya, malas olahraga, terlalu banyak konsumsi gula, waktu tidur yang tidak beraturan perlu dikoreksi," katanya.

Tidak heran bulan puasa tepat untuk dijadikan momen untuk merestart gaya hidup juga, lanjutnya dalam media gathering bersama Greenfields, di Jakarta.

"Jika dilakukan dengan benar, puasa akan membantu menurunkan kelebihan berat badan dan persentase lemak tubuh yang di atas rata-rata, mencegah terbentuknya perlemakan hati yang bisa berpengaruh ke organ lain, dan berbagai penyakit degeneratif," lanjutnya.

Berpuasa yang secara ilmiah mendisiplinkan diri selama sebulan bisa memperlambat penuaan organ. Pencernaan yang kerjanya ekstra keras sebelumnya akan diistirahatkan selama belasan jam, timpal Emilia. Dibarengi olahraga, pembakaran kalori akan semakin luar biasa.

"Penting lagi, puasa bisa mentriger metabolisme yang lebih cepat. Ketika kita kembali ke pola makan biasa, maka lemak akan jadi sumber energi, bukannya menumpuk. Metabolisme cepat akan membuat tubuh lebih cepat memabakar kalori. Lalu, aktivias fisik di waktu yang tepat saat berpuasa bisa bermanfaat ganda untuk tubuh," pungkasnya.

(okz/hel)