Hamil Tidak Sehat Picu Tiga Generasi Obesitas
Thursday, 23 June 2016
Hamil Tidak Sehat Picu Tiga Generasi Obesitas

KEBIASAAN makan yang tidak sehat selama hamil, seperti tinggi lemak, gula, dan garam bisa merugikan. Namun, tidak hanya janin dalam kandungan yang akan dirugikan, tiga generasi sekaligus akan memiliki masalah metabolisme.

Penelitian baru menemukan, sering makan junk food pada saat kehamilan meningkatkan risiko anak dari ibu, cucu dan cicit mereka akan menderita masalah metabolisme. Hal ini akan berakibat pada kecenderungan obesitas pada tiga generasi tersebut.

Yang mengkhawatirkan, studi menunjukkan bahwa risiko tetap ada bahkan jika anak-anak memiliki diet sehat setelah dilahirkan. Berat badan ibu hamil, bahkan sebelumnya, dapat menyebabkan kelainan genetik yang diwariskan melalui garis keturunan perempuan.

Dilansir dari Dailymail, Kamis (23/6/2016), para ilmuwan di Washington University School of Medicine di St Louis menemukan perubahan genetik yang diturunkan ini juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

"Temuan kami menunjukkan bahwa obesitas pada ibu yang mengandung terkait masalah metabolisme. Ini dapat diwariskan dari DNA mitokondria dalam sel telur ibu yang belum dibuahi,” kata Dr Kelle Moley, penulis utama studi.

Mitokondria sering disebut sebagai pusat kekuatan sel karena mereka menyediakan energi untuk metabolisme dan proses biokimia lainnya. Struktur selular mitokondria diwariskan hanya dari ibu, bukan ayah.

“Penelitian pertama kami pada tikus menunjukkan bahwa oosit atau sel telur ibu dapat membawa informasi disfungsi mitokondria di seluruh organisme (termasuk manusia). Penting dicatat juga, diet anak-anak kerap mencerminkan kebiasaan diet orangtua mereka, sehingga efek sindrom metabolik ibu manusia lebih besar diturunkan daripada model mouse," kata Dr Moley.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah diet rendah lemak dan gula yang konsisten, serta olahraga teratur, dapat memperbaiki kelainan metabolik yang diidentifikasi karena genetik.

“Dalam kasus apapun, makan bergizi sangat penting. Selama beberapa dekade, makanan kita telah memburuk, sebagian besar karena makanan olahan dan makanan cepat saji, "kata Dr Moley yang menerbitkan studinya dalam jurnal Cell Reports.

(okz/hel)