Ketua IDAI: Keterlambatan Bicara Tak Ada Hubungannya dengan Vaksin Palsu
Friday, 15 July 2016
Ketua IDAI: Keterlambatan Bicara Tak Ada Hubungannya dengan Vaksin Palsu

Kasus vaksin palsu seakan membuat orangtua menjadi takut karena penggunaan vaksin palsu. Termasuk seorang ibu bernama Ridsa, yang diduga anaknya menjadi korban vaksin palsu di Rumah Sakit Harapan Bunda.

Putra Ridsa yang berumur 2 tahun 10 bulan yang tadinya dapat berbicara, kini tak bisa bicara. Kini anaknya jatuh sakit dengan diagnosa dokter terkena tipoid. 

"Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan dampak vaksin palsu. Vaksin palsu itu isinya NaCl dan antibiotik. Tak ada kaitannya dengan keterlambatan bicara," ujar dr Aman saat dihubungi Okezone, Jumat (15/7/2016).

Ia menambahkan bahwa keterkaitan tak bisa dan keterlambatan bicara, terlepas dari dampak vaksin palsu. Kejadian ini harus ditelusuri betul penyebab sebenarnya.

"Memang banyak penyebab yang bisa terjadi demikian. Anak yang tak bisa bicara ini, bisa dikonsultasikan kepada ahli neurologi anak," ujarnya lagi.

Dr Aman menyarankan kepada orangtua untuk segera mengkonsultasikan anak ke dokter untuk disembuhkan, tetapi bukan diobati atas dampak dari vaksin palsu.

(okz/hel)