Langkah Orangtua untuk Mencegah Kekerasan pada Anak
Thursday, 28 July 2016
Langkah Orangtua untuk Mencegah Kekerasan pada Anak

KEKERASAN terhadap anak merupakan masalah global yang terkait Hak Asasi Manusia (HAM) dan masih menjadi fenomena gunung es. Belum cukupnya kesadaran dan peraturan untuk melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan mengharuskan setiap orangtua melakukan pembiasaan untuk perlindungan mereka.

"Disayangkan sekali banyak anak kini yang tidak hanya jadi korban kekerasan, tapi juga menjadi pelaku. Jadi, perlu banyak intervensi yang harus dilakukan, termasuk sosialisasi pencegahan primer ke masyarakat tentang perlindungan anak dari kekerasan," kata dr Eni Gustina, MPH, dari Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan RI.

Dalam pers briefing "Kampanye Hari Anak Nasional 2016: Membangun Budaya Positif dengan Memahami Tumbuh Kembang Anak Indonesia", di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (27/7/2016), dr Eni pun menyampaikan enam hal yang bisa dilakukan dan dibiasakan orangtua untuk mencegah kekerasan terjadi atau dilakukan anak.

1. Perbanyak komunikasi dengan anak, bicara dari hati ke hati

2. Ajak anak untuk kenali tubuh atau organ pribadinya

3. Ajarkan anak sikap asertif dan berani katakan tidak untuk hal-hal yang tidak benar

4. Dampingi anak ketika menonton audio visual dan internet

5. Bekali anak dengan nilai-nilai moral, norma sosial, dan nilai agama sesuai usia dan pemahaman anak

6. Memperbanyak komunikasi dengan guru atau mereka yang banyak berinteraksi dengan anak sehari-hari agar kondisi anak bisa diawasi dan menyamakan pola asuh

(okz/hel)