Percantik Pariwisata, Bali Belajar dari Kejadian Tahun 2002 & 2005
Thursday, 28 July 2016
Percantik Pariwisata, Bali Belajar dari Kejadian Tahun 2002 & 2005

BALI terus mempercantik pariwisatanya, bahkan Bali telah belajar dari pengalaman buruk di Tahun 2002 dan 2005. Inilah perubahan Bali.

Bupati Kabupaten Badung, I Nyoman Giri Prasta mengatakan dengan kejadian buruk atas tragedi bom di 2002 dan 2005, membuat Pulau Dewata terus memperbaiki kesalahan selama ini.

"Kami menyadari bila wisatawan butuh kenyamanan, butuh keamanan dan itu terus dipelajari agar tidak kecolongan seperti pengalaman buruk sebelumnya," jelasnya di Jakarta.

Diakuinya lagi, Bali juga sudah menambah cctv sebanyak 120 buah di sejumlah destinasi pariwisata. Kebanyakan memang, cctv ditaruh di seluruh tempat yang ramai wisatawan mancanegara.

"Kerjasama antara pecalang, POLRI, TNI serta masyarakat Bali terus berusaha untuk membuat Bali nyaman, aman. Kekuatan keamanan terus ditingkatkan," bebernya.

Dengan keberadaan pergerakan wisatawan yang hampir 24 jam, tentu Bali tak ingin kecolongan kembali.

Selain itu, isu travel warning juga terus dipelajari Bali untuk membuat wisatawan mancanegara terus datang lagi.

"Australia memang masih menjadi terdepan dalam wisatawan mancanegara, kebanyakan wisatawan mancanegara yang datang adalah repeater. Kenyamanan terus digalakkan, belum lagi dari sisi travel warning baik itu kesehatan maupun hal lainnya terus kami sosialisasikan agar ketika isu travel warning terjadi kami bisa cepat tanggap mengatasinya," paparnya lagi.

Langkah lain yang dilakukan adalah memperkuat promosi pariwisata Bali. Meski Bali sudah dikenal, namun Bali tetap butuh promosi.

"Kami menyadari bila promosi itu penting untuk menjaga keberadaan wisatawan baik mancanegara dan Nusantara untuk berkunjung ke tempat kami, Badung dan Bali, atau bahkan menambah jumlah wisatawan ke Bali," timpalnya.

Promosi internasional pun terus dilakukan, diantaranya ITB Berlin, melakukanroadshow di tiga kota Australia yakni Perth, Melbourne dan Sydney, membawa misi kesenian di Osaka, Jepang atas undangan Konjen Osaka di sana dan Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Badung melakukan promosi wisata di Korea Selatan.

Ketenaran nama Bali memang tak bisa dipungkiri, terlebih Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan promosi sudah dilakukan sejak tahun 1930an.

"Semua orang sudah tahu Bali, tapi tetap harus kita promosikan agar dunia tahu keindahan Bali," tutupnya.

(okz/jjs)