12 Ribu Terumbu Karang Siap Ditanam di Ujung Kulon
Thursday, 28 July 2016
12 Ribu Terumbu Karang Siap Ditanam di Ujung Kulon

DALAM rangka memperingati Hari Konservasi Nasional, Taman Nasional Ujung Kulon tanam 12.500 terumbu karang di beberapa pantainya.

Meski menyandang predikat sebagai negara kepulauan, Indonesia masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, termasuk persoalan terumbu karang.

Hingga saat ini, total kerusakan terumbu karang yang ada di Indonesia sudah mencapai 70 persen. Angka tersebut akan terus mengalami peningkatan, jika tidak ada tindakan nyata yang dilakukan oleh semua pihak.

Bekerjasama dengan WWF dan HiLo, Taman Nasional Ujung Kulon telah membentuk sebuah program bertajuk "Revive The Reef", melestarikan terumbu karang yang ada di Indonesia.

Sebanyak 12.500 koloni terumbu karang akan ditanam di beberapa pantai yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon.

Hal tersebut dijelaskan oleh, Arnold Sitompul, Direktur Konservasi WWF Indonesia. "Khusus Ujung Kulon, program ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif, serta mengembangkan peluang-peluang pendapatan masyarakat dari sektor lain," tutur Arnold, dalam Konferensi Pers HiLo Revive The Reef, di Honje Ecolodge, Ujung Kulon, Jawa Barat, Rabu (27/7/2016).

Ia menambahkan selain karena kondisi terumbu karang di tempat ini sudah cukup memprihatinkan, taman nasional Ujung Kulon ternyata memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan organisasi WWF.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan daerah konservasi pertama yang disinggahi WWF pasca organisasi tersebut terbentuk pada 1961.

"Kami berharap, dengan adanya program Revive The Reef, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa, masalah lingkungan ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan semua pihak," tutupnya.

(okz/jjs)