Dampak Kesehatan Anak Berlama-lama Bermain di Depan Layar TV
Thursday, 28 July 2016
Dampak Kesehatan Anak Berlama-lama Bermain di Depan Layar TV

MEMBERI kesempatan anak menggunakan dan bermain gadget, selain menonton televisi, sudah menjadi hal yang lumrah saat ini. Tanpa disadari, hal ini menyumbang banyak dampak negatif untuk kesehatan, terutama tumbuh kembang anak.

dr Catharine Mayung Sambo, SpA, dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan sudah banyak yang meneliti dampak menghabiskan banyak waktu di depan layar gadget atau 'screentime' bagi kesehatan. Sesuai kelompok usia, dampak dari waktu penggunaan gadget yang tidak bijak akan mempengaruhi lajur perkembangan normal sesuai usia.

"Contohnya, kalau anak sedang dalam masa perkembangan bahasa di usia sampai dua tahun, interaksi dengan gadget bisa mengganggu perkembangan bicara. Umumnya, terlalu banyak menonton televisi atau main game di gadget akan membuat anak terpapar emisi cahaya dari layar yang bisa membuat mereka tertarik dan mengganggu pola tidurnya. Kalau waktu tidur mundur anak bisa jadi kurang fokus dan konsentrasi, serta kesulitan mengolah perilaku. Dalam jangka panjang, anak di usia sekolah bisa mendapat hasil pelajaran yang tidak semaksimal seperti diharapkan," paparnya.

Berbicara dalam pers briefing "Kampanye Hari Anak Nasional 2016: Membangun Budaya Positif dengan Memahami Tumbuh Kembang Anak Indonesia", di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu 27 Juli 2016, untuk mencegah dampak negatif tersebut, orangtua harus membatasi penggunaan gawai atau 'screentime' maksimal dua jam sehari. Selain itu, anak juga harus didampingi ketika menggunakan gadget atau menonton televisi.

"Pembantasan penggunaan gadget atau televisi dan pendampingan penting untuk mencegah cyber bullying atau perlakuan yang tidak menyenangnkan dari pengguna dunia maya. Orangtua seharusnya punya waktu cukup untuk interaksi lebih banyak dan mengawasi apa yang dilakukan anak, jadi kalau ada pemahaman kurang baik bisa dijelaskan di situ," pesannya.

(okz/hel)