Efek Merokok di Otak Hilang 3 Bulan Setelah Berhenti
Wednesday, 03 August 2016
Efek Merokok di Otak Hilang 3 Bulan Setelah Berhenti

DEFISIT domapin, bahan kimia yang dilepaskan neuron untuk mengirim sinyal ke sel saraf lainnya, terkait merokok dapat kembali ke kadar normal tiga bulan setelah berhenti, menurut sebuah studi baru.

Normalisasi sistem dopamin terkait defisit yang berhubungan dengan merokok adalah konsekuensi dari kebiasaan merokok yang menahun atau kronis, kata studi yang diterbitkan baru-baru ini dalam jurnal Biological Psychiatry.

Namun, peneliti juga menemukan bahwa tiga bulan pertama setelah seseorang berhenti merokok adalah waktu yang sangat rentan kambuh. Hal ini membuat peneliti melihat kemungkinan bahwa pengobatan untuk menormalkan sistem dopamin pada perokok yang telah berhenti agar dapat dikembangkan.

Tim Rademacher memeriksa fungsi dopamin pada perokok kronis sebelum dan setelah mereka lama berhenti merokok. Para peneliti menggunakan teknik pencitraan otak yang disebut emisi positron tomografi untuk mengukur indeks kapasitas produksi dopamin dalam 30 laki-laki pecandu nikotin dan 15 non-perokok.

Scan awal menunjukkan penurunan kapasitas produksi dopamin sebanyak 15-20 persen pada perokok dibandingkan dengan non-perokok. Para peneliti awalnya mengira penurunan ini akan bertahan setelah perokok berhenti, sehingga memicu perokok untuk kembali merokok.

"Anehnya, perubahan dalam kapasitas sintesis dopamin dapat normal kembali setelah berhenti beberapa waktu," kata Rademacher, seperti dilansir dariZeenews, Rabu (3/8/2016).

(okz/hel)