MOVIE REVIEW: PETUALANGAN TERBARU ALICE SELAMATKAN MAD HATTER
Friday, 05 August 2016
MOVIE REVIEW: PETUALANGAN TERBARU ALICE SELAMATKAN MAD HATTER

JAKARTA – Setelah penantian selama enam tahun, Walt Disney Studios kembali menghadirkan kisah petualangan terbaru Alice melalui film Alice Through the Looking Glass.Tim Burton kembali dipercaya untuk menggarap sekuel ini untuk meneruskan kesuksesan yang pernah didapat olehAlice in Wonderland pada tahun 2010.

Alice Kingsleigh (Mia Wasikowska) kembali dibawa berkelana ke Underland untuk bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Permasalahan datang saat Hatter Trant Hightopp (Johnny Depp) menemukan dirinya patah hati karena kehilangan keluarganya beberapa tahun silam. Melalui sebuah topi kecil buatannya, ia merasa seperti kembali diberi harapan bahwa orangtuanya masih hidup.

Mengetahui sahabat dekatnya murung dan menjauhi teman-teman lainnya, Alice pun mencoba untuk membantu Mad Hatter untuk kembali menjadi sosok yang riang gembira. Ia diharuskan mencari tahu keberadaan orangtua Mad Hatter melalui mesin waktu yang disebut Chronosphere.

Untuk mendapatkan Chronosphere, Alice harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Time (Sacha Baron Cohen) yang merupakan penjaga waktu di sana. Petualangan Alice pun dimulai dengan beberapa rintangan kecil demi sahabatnya Mad Hatter.

Patut diakui, petualangan Alice berkejaran dengan waktu kali ini tidak semenarik film pertamanya. Cerita yang dibangun terlalu datar dan konflik-konflik yang ditampilkan seakan mudah dan sedikit.

Meski demikian, penggemar masih dapat menemukan sosok-sosok lucu dari sahabat Alice seperti Tweedledee / Tweedledum, Absolem, Mirana, Bayard, Cheshire Cat, Mallymkum, dan McTwisp pada film kali ini.

Banyak nilai positif tentang keluarga dan persahabatan yang dapat dipetik dariAlice Through the Looking Glass. Pesan-pesan moral tentang pentingnya dua hal di atas menjadi suguhan utama yang baik untuk para penonton film ini.

Alice Through the Looking Glass akan mulai hadir di bioskop-bioskop Tanah Air mulai tanggal 12 Agustus 2016. Film ini mengambil setting waktu tiga tahun sejak petualangan tak terlupakan di Alice in Wonderland.

(okz/aln)