Alasan Pola Asuh Sekolah Harus Sama dengan di Rumah
Friday, 12 August 2016
Alasan Pola Asuh Sekolah Harus Sama dengan di Rumah

BEBERAPA waktu lalu, sistem pendidikan Indonesia hampir saja diubah menjadi full day school. Di mana anak di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama harus menempuh jam belajar seharian.

Sistem belajar seperti ini tentu memiliki sisi positif dan negatifnya, namun untuk saat ini pendidikan di Indonesia dirasa belum siap untuk mengikutinya meski sudah banyak juga sekolah swasta yang menerapkan sistem tersebut.

Lantas, bagaimana pertimbangan bila Anda ingin menyekolahkan anak dengan sistem belajar full day school? Apa yang harus diperhatikan? Simak lebih lanjut penjelasan dari psikolog anak senior, Rose Mini berikut ini.

“Jika ingin menyekolahkan anak di sekolah dengan sistem full day school orangtua harus benar-benar tahu bagaimana sekolah tersebut memiliki kurikulum dan fasilitas yang akan diterapkan sehari-harinya. Orangtua juga jangan lepas tangan begitu saja, menganggap sekolah dengan full day school adalah jawaban dari kesibukan mereka dalam pengasuhan anak,” jelas wanita yang akrab disapa Bunda Romi kepada Okezone belum lama ini.

Kemudian, di awal tahun ajaran baru, sekolah harus mengadakan pertemuan dengan orangtua untuk transparansi program sekolah. “Enggak hanya orangtua yang harus proaktif tapi sekolah juga harus rembukan mau ada apa saja nih di sekolah dan yang penting masalah biaya,” tegas Bunda Romi.

Psikolog yang juga dosen di Universitas Indonesia ini juga menjelaskan orangtua harus tetap menjaga kontak dan menjadi garda pertama untuk mengajarkan karakter diri. “Kan anak full day di sekolah, orangtua harus tetap kontak, menyiapkan segala kebutuhan dan memastikan mereka gak bosan. Lalu, saya lihatnya katanya ingin membentuk karakter, samakan dengan sekolah apa yang diajarkan. Perjelas apa yang mau diajarkan,” tutup Bunda Romi.

(okz/vin)