Inilah Yang Mempersulit Adaptasi Pengantin Baru
Tuesday, 04 October 2016
Inilah Yang Mempersulit Adaptasi Pengantin Baru

Di awal pernikahan, adaptasi antara pasangan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Mengingat, pernikahan adalah menyatukan dua manusia yang tentunya berbeda budaya suku, pola asuh, kebiasaan, visi, misi dan pola pikir. Dan menyatukan semua hal itu tentunya tidaklah mudah.

Terlebih, bila ada beberapa faktor lain yang turut mempersulit adaptasi seperti:

  1. Kurangnya komunikasi. Komunikasi antara pasangan suami-istri sangatlah penting. Walaupun Anda telah tinggal satu atap, namun apa yang dirasakan dan ada di pikiran pasangan kan Anda tak selalu tahu, begitu pula sebaliknya. Jadi pastikan Anda dan pasangan memiliki komunikasi yang baik dan saling terbuka.
  2. Berpikiran negatif. Perbedaan kebiasaan di keluarga masing-masing, termasuk juga suku dan kebiasan, seringkali bisa menimbulkan masalah. Contohnya, intonasi bicara suami yang berasal dari Sumatera yang biasa berbicara dengan suara keras, bisa jadi akan dianggap sebagai kemarahan bagi Anda yang berasal dari suku jawa. Atau misalnya saat suami seringkali lupa memberi kabar saat ia pulang kerja terlambat, Anda jadi berpikiran negatif kalau ia selingkuh dan sebagainya. Padahal, bisa saja ia belum terbiasa dengan statusnya sebagai suami dan sudah berkeluarga.
  3. Orangtua masih terlibat. Campur tangan orang tua tak selalu berakibat baik bagi pernikahan Anda. Apalagi saat Anda dan suami sedang dilanda masalah. Bukannya membuat masalah selesai, bisa-bisa justru membuat perseteruan Anda dan suami semakin memanas. Sebisa mungkin selesaikan masalah Anda dan suami berdua saja, tanpa campur tangan siapapun ya, Vlisteners. Toh, Anda dan suami yang menjalani pernikahan ini. Jangan sampai masalah Anda dan suami sudah baik-baik saja, namun Anda atau suami justru jadi dibenci oleh mertua masing-masing.
  4. Menyinggung latar belakang keluarga. Seberat apapun pertengkaran Anda dan suami, jangan pernah menyinggung latar belakang keluarga serta budayanya. Karena hal itu akan membuat suami sakit hati. Karena tak hanya menyinggung dirinya, namun juga keluarganya.

 

Source