Ibu Rumah Tangga Sekolah Lagi, Kenapa Tidak?
Wednesday, 12 October 2016
Ibu Rumah Tangga Sekolah Lagi, Kenapa Tidak?

Ibu rumah tangga sekolah lagi? Mengapa tidak? Tidak ada kamusnya, status perempuan menjadi akhir dari hak untuk meraih pendidikan yang lebih baik. 

Menjadi seorang mahasiswa lagi setelah berstatus ibu rumah tangga, memang berbeda, Vlisteners. Misalnya kalau dulu jadi mahasiswa saat masih jomblo, lalu sekarang sudah berkeluarga. Dulu masih seorang remaja labil, sekarang ya sudah lebih matang pastinya ya. 

Tentu terdapat perbedaan antara mahasiswa dulu dan sekarang, apalagi ditambah setelah menjadi ibu rumah tangga sekolah lagi. Siapa tahu Vlisteners yang membaca artikel ini jadi termotivasi untuk kembali ke bangku sekolah atau kuliah lagi, demi meraih impian. 

Perbedaan antara mahasiswa dulu dan setelah berstatus ibu rumah tangga sekolah lagi:

 

1. Nilai kuliah

Dulu bisa dibilang nilai kuliah adalah hal yang sangat penting. Ekspektasi bisa dibilang selalu tinggi. Maunya kalau pengumuman ujian, nilainya bisa A semua soalnya pengumuman nilai ujian kan dipajang di papan pengumuman fakultas. Sekarang? Ibu rumah tangga sekolah lagi ini lebih banyak bersyukur. Saat ada pengumuman nilai ujian dikirimkan via email, ucapkan "Alhamdulillah!", berapa pun yang didapat. Alhamdulillah nggak harus ngulang. Hihihi.

2. Yang penting esensi dari materi

Sekolah lanjutan yang akan dipelajari cenderung lebih ke esensi materi kuliahnya. Akibatnya, saat kuliah berlangsung, tidak boleh meleng sebentar saja. Harus full konsentrasi, fokus! Ya, biar ngerti sama penjelasan dosen. Catat poin-poinnya. Saat belajar buat ujian, cukup dipahami saja konsepnya. Hafalan akan tetap ada namun tidak sebanyak dahulu saat S1. 

3. Kompetitif

Saat masih kuliah S1 mungkin sering ada rasa sirik kalau ada teman yang mendapat nilai lebih bagus. Si teman tugasnya dipuji dosen, kadang juga tidak rela melihatnya. Bagaimana dengan sekarang? Si ibu rumah tangga sekolah lagi ini juga masih kompetitif, tapi dengan dirinya sendiri, Vlisteners. 

Dari apa? 

Dari serangan rasa malas buat belajar dan ngerjain tugas! Dan juga dari serangan anak yang bikin males untuk menyentuh tugas kuliah. 

4. Perfeksionis

Dahulu catatan harus yang rapi, ada teman yang catatannya rapi, pinjam untuk dikopi. Slide dosen dikopi duluan kalau bisa, tugas praktikum harus mengikuti standar berlaku. Duduk di kelas paling depan, apalagi kalau dosennya agak-agak susah dimengerti. Biar konsen, katanya. 

Sekarang? Well, meski si ibu rumah tangga sekolah lagi masih agak perfeksionis, tapi kadarnya sudah terbagi untuk beberapa urusan lain. 

Urusan ibu rumah tangga sekolah lagi ini banyak, dan semua mesti dijatah untuk dipikirkan. Kadang harus mengalah pada kondisi rumah yang berantakan, demi bisa mengantar anak sekolah dulu, baru berangkat ke kampus. dan juga harus mengalah karena harus belajar padahal belum beberes rumah. 

---

Yah, itu dia sebagian kecil perbedaan setelah menjadi ibu rumah tangga sekolah lagi dengan zaman saya masih mahasiswa labil dulu.

Bisa jadi perbedaan tersebut terjadi karena saya sudah semakin dewasa dalam berpikir, atau bisa juga jadi karena sudah lebih bertanggung jawab ketimbang dulu. Status pun berpengaruh. Sekarang setelah menjadi seorang istri dan juga seorang mama, otomatis tanggung jawabnya juga lebih banyak dan lebih besar. Beban moralnya lebih banyak yang harus diselesaikan, tanpa mengganggu tugas sebagai istri dan mama. 

Well, semoga artikel ini bisa memotivasi Vlisteners agar terus maju jika ingin meraih pendidikan yang lebih tinggi. Ibu rumah tangga sekolah lagi? Mengapa tidak? Jangan ragu untuk mewujudkan cita-cita Anda, ya!

Semangat!

 

Source