Ikuti Pedoman Berkomunikasi Yang Baik Untuk Bayi Anda
Friday, 14 October 2016
Ikuti Pedoman Berkomunikasi Yang Baik Untuk Bayi Anda

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk berkomunikasi dengan bayinya dan hal ini penting sebagai stimulasi. Tidak ada cara yang benar atau salah namun menurut ahli ada beberapa teknik yang diketahui dapat lebih membantu perkembangan bayi.

Karena bayi belum mengerti kata-kata maka tentu bukan apa yang diucapkan tapi lebih ke arah intonasi dan seberapa sering pembicaraan dilakukan. 

Dikutip dari berbagai sumber, berikut 4 cara berbicara pada bayi yang dianjurkan:

1. Berirama

Berbicara dengan bayi meski menggunakan kata-kata acak sebaiknya dilakukan dengan irama dan emosi. Ahli bicara Denis Burnham mengatakan hal tersebut dapat membantu perkembangan karena akan lebih menarik perhatian bayi.

"Lebih banyak suara tinggi dengan pola naik turun dan ini menarik perhatian bayi. Artikulasi vokal dan konsonan juga ditekankan sehingga semakin membuat perbedaan antara suara terasa," kata Denis.

2. Perbanyak frekuensi

Semakin banyak kata yang digunakan untuk berbicara pada bayi maka efeknya akan semakin bagus. Studi menunjukkan anak dari keluarga kaya bisa mendengar 30 juta kata lebih banyak dari anak dari keluarga miskin saat umurnya tiga tahun. Hal ini kemudian berdampak membuat anak dari keluarga kaya cenderung memiliki kemampuan komunikasi dan bicara yang lebih baik.

Untuk mengurangi gap tersebut, National Association for the Education of Young Children menyarankan agar orang tua sering mengenalkan kata-kata baru lewat bernyanyi, membaca dongeng, atau mengajak anak berbicara dengan teman sebaya.
 

3. Bahasa tubuh dan ekspresi wajah

National Association for the Education of Young Children juga menyarankan agar orang tua menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah agar anak cepat mengenal kata baru. "Sebagai contoh ketika mengenalkan kata 'bahagia', Anda sebaiknya tersenyum dan melambaikan tangan untuk menyampaikan apa maksud dari kata itu".

Menurut studi oleh peneliti di University of British Columbia bayi sejak umur empat hingga enam bulan sudah mulai bisa menangkap petunjuk visual.

4. Kontak mata

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Current Biology menemukan bahwa kontak mata oleh orang tua dapat membuat bayi jadi lebih fokus. Selain itu lewat kontak mata juga bisa diketahui apakah bayi memang minim atensinya yang bisa jadi tanda awal autisme.

 

Source