Trik Menghemat Biaya Masak Rumah Tangga Sehari-hari
Thursday, 26 January 2017
Trik Menghemat Biaya Masak Rumah Tangga Sehari-hari

Peran dan tugas menjadi istri dan ibu rumah tangga yang acapkali memusingkan adalah bagaimana caranya menghemat biaya masak rumah sehari-hari.

Terlebih, harga kebutuhan bahan-bahan pokok sudah melonjak alias mahal. Sehingga tak heran apabila dulu dengan uang Rp 50 ribu saja Anda sudah mendapatkan bahan-bahan lengkap seperti lauk pauk daging ayam, sayuran, tempe/tahu, buah dan bumbu masak lainnya. Kini, dengan nominal yang sama, Anda mungkin hanya bisa mendapatkan daging ayam saja 1 ekor seharga Rp 35 rbu dengan bumbu-bumbu masak saja.

Ya, meskipun di zaman modern ini banyak perempuan menyukai kepraktisan sehingga memercayakan pengelolaan kebutuhan masak dan makan sehari-hari pada asisten rumah tangganya. Namun, tetap saja untuk mengatur keuangan rumah tangga, kita pun memiliki andil sehingga pengeluaran rumah tangga jadi tidak membengkak.

Lalu, bagaimana cara menghemat biaya masak rumah tangga sehari-hari? Inilah trik cerdas menghemat belanja masak rumah tangga sehari-hari untuk Anda:

Belanja di pasar tradisional bukan supermarket
Ayolah! Lupakan soal gengsi berbelanja kebutuhan masak di pasar tradisional atau tukang sayur eceran di sekitar rumah. Selain lebih murah dan bebas pajak, kelengkapan bumbu dan bahan masakan juga secara umum lebih baik di pasar tradisional. Dengan mudahnya Anda bisa membeli bahan masakan seperti daging dan ikan segar. Selain itu, bahan sayuran dan buah-buahan juga harganya lebih murah karena kebanyakan penjualnya adalah petaninya langsung.

Meracik bumbu dapur sendiri
Banyak ibu rumah tangga  lebih memilih membeli bumbu dapur yang sudah jadi. Sebenarnya hal tersebut sah-sah saja, namun tentu harganya lebih mahal. Alangkah lebih hemat dan terasa lebih lezat bila Anda meracik bumbu dapur sendiri sesuai selera lidah keluarga. Lagipula, meracik bumbu dapur sendiri bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah orang yang makan sehingga tentu lebih hemat.

Contohnya, meracik bumbu masak untuk sayur lodeh, sayur asem, soto ayam, semur, rendang, dan masih banyak lagi.

Pilih masakan yang lebih tahan lama dan tidak mudah basi
Sesekali tidak ada salahnya memasak jenis makanan yang mungkin mudah basi seperti opor ayam dan makanan bersantan lainnya. Namun, bila ingin menghemat, Anda bisa memilih jenis hidangan yang tahan lama hingga besok pagi hari. Misalnya, sambal kering kentang, semur, pepes ikan, ayam goreng, balado tempe/tahu, dan sebagainya.

Jangan biasakan menyimpan bahan makanan yang belum dibutuhkan
Banyak ibu rumah tangga merasa menghemat waktu dan ingin praktis dengan menyetok atau menyimpan bahan makanan di dalam kulkas atau lemari penyimpanan. Bila momen tertentu seperti lebaran atau hari raya itu sah-sah saja demi menyiasati lonjakan harga. Tapi, untuk sehari-hari sebaiknya bersikap lebih cermat dalam memilih jenis bahan makanan yang ingin disimpan.

Sebab, selain tidak segar dan khawatir mudah basi, bisa saja menyebabkan Anda membeli bahan makanan yang sebenarnya tidak atau belum dibutuhkan dan kemudian busuk dan berujung ke keranjang sampah di dapur.

Hindari jenis masakan yang menghabiskan gas elpiji
Sadar atau tidak, biaya membeli gas elpiji adalah pengeluaran yang sepatutnya Anda perhitungkan. Pasalnya, harga gas elpiji untuk masak pun cukup mahal dan merupakan alat pokok untuk mengolah masakan. Jangan terlalu sering memilih menu hidangan yang menghabiskan gas elpiji seperti rendang.

Kombinasi menu hidangan yang seimbang
Kesulitan umum yang terjadi ketika menyiapkan hidangan di rumah ialah soal selera lidah anggota keluarga yang berbeda-beda. Misalnya anak hanya suka makan ayam, sementara suami lebih suka ikan atau daging sapi.

Nah, agar tetap bisa menghemat biaya masak rumah tangga, sebagai ibu Anda harus pintar-pintar menyiasatinya dengan variasi kombinasi menu yang pas. Contohnya, hidangkan 6 potong daging ayam bakar untuk makan siang dan malam anak Anda. Kemudian, dengan bumbu yang sama, Anda bisa membuat gulai daging sapi yang berkuah lezat untuk suami.

 

 

Source