7 Dampak Akibat Konsumsi Gula Berlebihan
Monday, 17 April 2017
7 Dampak Akibat Konsumsi Gula Berlebihan

Konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya menyebabkan diabetes. Ada sejumlah dampak lain akibat dari terlalu berlebihan mengonsumsi gula.

Berdasarkan American Heart Association (AHA), jumlah maksimum dari gula olahan untuk pria dalam satu hari adalah 150 kalori per hari atau 9 sendok teh (37,5 gram). Sedangkan, untuk wanita dalam satu hari batas maksimumnya 100 kalori atau 6 sendok teh (25 gram).

Sementara itu, dari Kementerian Kesehatan RI berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013 (Riskesdas), batas konsumsi gula setiap orang per hari tidak lebih dari 50 gram atau 4 sendok makan gula. Jadi, panduan sehat tersebut untuk menghindari tujuh konsekuensi paling menakutkan berikut ini:

Menyebabkan diabetes

 

Konsekuensi yang paling ditakuti dari terlalu banyak konsumsi gula adalah bisa menyebabkan diabetes atau pra-diabetes. Insulin adalah hormon yang sangat penting dalam tubuh, di mana memungkinkan glukosa memasuki sel-sel di aliran darah.

Kehadiran terlalu banyak glukosa dalam aliran darah dapat berbahaya dan menjadi salah satu alasan yang menyebabkan komplikasi diabetes. Hal ini terjadi ketika insulin berhenti bekerja, karena sel-sel menjadi resisten sebagai akibat dari gangguan metabolisme yang disebabkan terlalu banyak konsumsi gula. Ingat, diabetes juga dapat menyebabkan masalah seperti kebutaan.

Menyebabkan kecanduan

Gula dapat memiliki efek adiktif dengan melepaskan dopamin, senyawa kimia yang membuat kita merasa bahagia di otak. Jadi, semakin banyak gula dikonsumsi, maka kian berisiko mengalami kecanduan yang berakhir pada obesitas atau diabetes.

Kerusakan hati

Gula yang masuk ke aliran darah dari saluran pencernaan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Di satu sisi, glukosa dapat ditemukan di setiap sel hidup dan tubuh juga memproduksinya. Tetapi, fruktosa tidak diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang signifikan, karena memang tak terlalu dibutuhkan.

Terlalu banyak fruktosa dapat membebani hati. Karenanya, rutin mengonsumsi asupan manis dapat menyebabkan fatty liver atau perlemakkan hati, sehingga bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan.

Memicu kanker

Kadar insulin tinggi sebagai akibat konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan kanker. Hal ini biasanya disebabkan oleh perbanyaka sel yang tidak terkendali. Selain itu, gangguan metabolik karena konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan peradangan yang mengarah ke kanker.

Kerusakan gigi

Bakteri berbahaya yang hadir dalam gula dapat menyebabkan kerusakan gigi. Karenanya, selain membatasi konsumsi gula, selalu usahakan membersihkan gigi setelah mengonsumsi makanan manis.

Tidak memiliki nutrisi

Gula mengandung tinggi kalori yang menyediakan nol nutrisi, hanya energi. Ketika seseorang mengonsumsi 10-20 persen dari kalori dalam bentuk gula, maka berisiko menyebabkan masalah untuk kesehatan dan kekurangan gizi.