REVIEW: GUARDIANS OF THE GALAXY VOL. 2
Wednesday, 26 April 2017
REVIEW: GUARDIANS OF THE GALAXY VOL. 2

Salah satu film yang paling ditunggu-tunggu di tahun 2017 akhirnya keluar. Guardians of the Galaxy Vol. 2 kini sudah bisa dinikmati oleh para penggemar Marvel Cinematic Universe di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Aksi petualangan seru dari Peter Quill, Gamora, Drax, Rocket, dan satu teman barunya yang menggemaskan Baby Groot dalam menyelamatkan luar angkasa dapat dipastikan menjadi sebuah tontonan yang menarik sekaligus menghibur.

Secara umum, James Gunn, sang sutradara, tidak menawarkan banyak perubahan dalam film sekuelnya ini. Ia tahu betul bagaimana cara mengemas Guardians of the Galaxy agar menjadi sebuah tontonan wajib.

Karakteristik kuat dari setiap tokoh, alur ceritanya yang dinamis, lemparan komedi-komedi segar, dan tentunya lagu-lagu soundtrack yang pas dari Awesome Mixtape #2 di setiap adegan membuat film ini lengkap untuk menjadi sebuah film blockbusters yang menjual.

1. Menjual Karakter

 

Guardians of the Galaxy adalah sekumpulan superhero yang bertugas untuk menjaga keselamatan luar angkasa dari ancaman-ancaman berbahaya. Peter Quill (Chris Pratt), Gamora (Zoe Saldana), Drax (Dave Bautista), Rocket (Bradley Cooper), dan Baby Groot (Vin Diesel) kembali harus berjuang untuk menyelamatkan galaksi. Marvel dengan segala kepintarannya mampu menjual kelima karakter ini dengan sempurna.

Semua karakter dalam film ini terasa sangat hidup. Meski semuanya memiliki peran yang berbeda, kelima karakter utama ini punya senjata ampuh yang mampu memikat para penonton. Terlebih dengan adanya Baby Groot, tokoh kecil yang mengundang decak kagum di setiap adegannya. Sejak kemunculan perdananya di trailer Guardians of the Galaxy Vol. 2, Baby Groot sudah bisa membuat film ini laris di pasaran karena sosoknya yang sangat menggemaskan.

Belum lagi dengan kehadiran beberapa tokoh lain seperti Yondu (Michael Rooker), Mantis (Pom Klementieff), dan bahkan Taserface (Chris Sullivan). Tak salah rasanya jika Marvel menjual film ini melalui karakter-karakternya yang begitu kuat.

2. Alur Cerita Dinamis

 

Berbeda dengan film sebelumnya, kali ini Guardians mencoba mengangkat sebuah cerita baru yakni pencarian orangtua dari Peter Quill. Kisah tentang latar belakang keluarga terasa begitu pas karena di saat bersamaan latar belakang dari perseteruan kakak-beradik Gamora dan Nebula pun dikuak habis-habisan.

Tak melupakan kodratnya sebagai film superhero, James Gunn pun menyuguhkan cerita peperangan besar di galaksi ke dalam filmnya. Semua berawal ketika Guardians bertugas menyelamatkan Planet Sovereign dari sebuah ancaman monster besar berlendir yang mencoba mengambil baterai mahal milik Sovereign. Setelah membantu menghabisi monster tersebut, Rocket justru mengambil beberapa buah baterai sehingga membuat Ratu Sovereign (Elizabeth Debicki) murka. Ia lantas membayar dan mengirim pasukan Ravager untuk mengejar Peter Quill dkk.

Alur cerita sekuel Guardians ini terasa sangat dinamis, mulai dari aksi kejar-kejaran, pencarian keluarga, hingga terjadinya sebuah kekacauan besar berjalan dengan sangat lembut. 126 menit durasi yang diberikan sangat pas dan tidak berlebihan.

3. Komedi Segar

 

Satu unsur yang tak bisa lepas dari Guardians of the Galaxy adalah unsur komedinya. Naskah skenario karya James Gunn dan Dan Abnett ini memiliki banyak sekali humor segar yang siap mengocok perut para penontonnya. Ada saja kelakuan setiap tokoh yang mengundang gelak tawa meski adegan yang berjalan adalah sebuah adegan serius. Padahal candaan-candaan yang dilemparkan begitu sederhana, entah itu tentang apakah Rocket adalah seekor musang, rakun, atau tikus, atau bahkan kekonyolan Drax, yang selalu mengartikan segala sesuatunya secara harfiah.

Anda tidak akan pernah bosan ketika menonton Guardians of the Galaxy Vol. 2 karena sepanjang film Anda akan dibuat tertawa lepas dengan kekonyolan aksi para superhero ini.

4. Soundtrack

 

Tak usah meragukan selera musik Peter Quill karena Awesome Mixtape #2 adalah sebuah kompilasi lagu yang pas untuk mengiringi jalannya film Guardians of the Galaxy Vol. 2. Dibuka dengan lagu Mr. Blue Sky, kesungguhan penggarapan dan pemilihan lagu untuk film ini patut diacungi jempol.

Semangat langsung terasa begitu lagu Fox On The Run diputar di awal bagian film. Baby Groot menunjukkan kemampuannya dalam menari, meski teman-temannya sedang sibuk berhadapan dengan monster berlendir. Anda juga akan dibawa ke dalam suasana cinta saat lagu Brandy (You’re A Fine Girl) diputar, atau bahkan menjadi mellow ketika mendengar lagu Father and Son milik Cat Stevens.

Emosi penonton bisa terbawa hanya dengan mendengar lagu-lagu soundtrack yang ada di dalam film ini. Sebuah cara yang baik dari Guardians of the Galaxy Vol. 2 untuk menghibur para penontonnya.

Meski terlihat begitu memuaskan dari berbagai segi, Guardians of the Galaxy Vol. 2 bukan hadir tanpa kekurangan. Bagi sebagian penonton yang menantikan Avengers: Infinity War, Guardians nyatanya tak memberikan clue untuk tampil dalam film Infinity War. Aneh rasanya ketika Marvel tidak memberikan sebuah jembatan untuk menghubungkan film-filmnya. Tidak ada sedikit pun pertanda bahwa pasukan Guardians akan ikut bertempur melawan Thanos di film Infinity War padahal film tersebut bisa dikatakan menjadi sebuah film final dari MCU.

Secara keseluruhan, nilai 8/10 tepat diberikan untuk Guardians of the Galaxy Vol. 2. Film ini sudah bisa dinikmati di bioskop-bioskop di Tanah Air. So, it’s worth just to see how adorable Baby Groot is.

 

Source