Ini Dia Penyebab Anda Sering Kencing di Malam Hari
Monday, 15 May 2017
Ini Dia Penyebab Anda Sering Kencing di Malam Hari

Belakangan ini Anda suka kencing di malam hari? Saatnya cari tahu penyebabnya dari kebiasaan makan Anda.

Sebuah kongres Penelitian Urologi Masyarakat di London menyatakan, manula (orang berusia di atas 60 tahun ke atas) yang sering kencing di malam hari, bisa mengurangi kondisi tersebut dengan cara membatasi asupan garam dalam makanan sehari-hari.

Apa penyebab sering kencing di malam hari?

Kebanyakan orang berusia di atas 60 tahun sering terbangun 2-4 kali dalam semalam untuk menuntaskan hasrat buang air kecilnya. Kondisi ini biasa disebut dengan nokturia yang banyak disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik. Salah satu gejalanya bisa dialami oleh frekuensi kencing atau buang air kecil yang sering.

Meskipun sering kencing di malam hari terlihat sebagai kondisi kesehatan yang tidak terlalu bermasalah, tapi ada dampak tersembunyi di balik kondisi tersebut. Contohnya, kurang tidur akibat sering kencing di malam hari akan menyebabkan stress, capek dan mudah tersinggung, saat kualitas tidur malam Anda terganggu. Beberapa penyebab yang memicu frekeunsi kencing di malah hari, antara lain:

1. Usia yang sudah tidak muda lagi

Hormon antidiuretik di usia senja, lambat laun akan berkurang. Dampaknya, otot kandung kemih jadi lemah untuk menahan urin yang seharusnya bisa menahan rasa ingin kencing di malam hari.

2. Sering minum alkohol dan kafein

Alkohol dan minuman berkafein biasanya merupakan diuretik. Jika berlebihan mengonsumsinya dapat menyebabkan sering kencing di malam hari, yang dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

3. Kadar garam berlebih

Kadar garam yang berlebih akan menyebabkan tubuh Anda akan memicu mengeluarkan cairan, biasanya lewat keringat atau urin. Buang air kecil atau kencing, sejatinya diatur oleh kadar air dan garam di tubuh. Yang mana kalau kedua kadar tersebut porsinya berlebihan, pasti akan dikeluarkan tubuh melalui kencing Anda.

Berapa banyak asupan garam yang harus dikurangi untuk mengatasi sering kencing di malam hari?

Penelitian dari Universitas Nagasaki di Jepang, yang dipimpin oleh Dr. Matsuo Tomohiro, meneliti dan mempelajari asupan garam pada 321 pria dan wanita. Mereka diketahui memiliki asupan garam tinggi dan masalah tidur akibat kencing berlebih. Pasalnya, orang Jepang cenderung memiliki asupan garam yang lebih banyak dari asupan garam negara Asia lainnya.

Nah, para pasien yang diteliti, diberi asupan dengan takaran garam yang dikurangi selama 12 minggu, dan diukurnya dihitung menggunakan hitungan biokimia.

Saat proses penelitian berlangsung 223 dari 321 orang pasien mampu mengurangi asupan garam mereka dari 10,7 mg per hari menjadi 8,0 mg per hari. Pada kelompok ini, rata-rata frekuensi buang air kecil malam turun dari 2 kali per malam menjadi hanya satu kali saja semalamnya.

Sebaliknya, 98 orang sisanya, meningkatkan asupan garam rata-rata dalam makanan mereka dari 9,6 mg malam menjadi 11,0 mg per malam. Hasilnya, kebutuhan untuk buang air kecil meningkat dari 2 kali per malam menjadi 3-4 kali per malamnya. Para peneliti akhirnya menyatakan, buang air kecil pada siang hari akan berkurang juga, kalau garam di makanan ikut berkurang.

Semakin banyak kotoran dan garam pada tubuh, terlebih untuk orang yang telah lanjut usia, akan menyebabkan masalah kesehatan yang berlanjut. Dewan Kesehatan dan Riset Nasional di Australia merekomendasikan asupan 2-3 gram garam per hari, namun kebanyakan orang dewasa memiliki asupan garam setiap hari sekitar 10 gram. Melakukan diet yang dikombinasikan dengan pengurangan garam juga bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang. 

 

Source