14 Keuntungan Berhenti Mengonsumsi Makanan Manis Berlebihan
Monday, 15 May 2017
14 Keuntungan Berhenti Mengonsumsi Makanan Manis Berlebihan

Siapa yang tidak tergoda melihat makanan manis? Tanpa sadar, Anda bisa menjadi kecanduan mengonsumsi makanan manis. Mengonsumsi makanan mengandung gula tinggi tidak hanya memengaruhi berat badan. Makanan manis juga dapat mempengaruhi kesehatan Anda dengan berbagai cara.

Diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung dan kardiovaskular adalah sederet risiko yang akan dihadapi ketika Anda terlalu berlebihan mengonsumsi gula. Karenanya, penting bagi Anda berhenti mengonsumsi makanan manis. Tenang, banyak keuntungan ketika Anda berhenti mengonsumsi makanan manis. Berikut keuntungan berhenti mengonsumsi makanan manis:

Menurunkan tekanan darah

Obesitas merupakan salah satu konsekuensi utama dari mengonsumsi gula berlebihan. Kecanduan gula adalah faktor risiko utama tekanan darah tinggi. Beberapa penelitian memperingatkan bahwa mengonsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Mengurangi kolesterol buruk

Orang yang mengonsumsi banyak gula diketahui memiliki kadar HDL lebih rendah (kolesterol baik) dan kadar LDL lebih tinggi (kolesterol jahat). Karena itu, dianggap paling baik untuk membatasi konsumsi gula.

Mengurangi risiko serangan jantung

Orang dengan tingkat asupan gula lebih tinggi memiliki peningkatan risiko penyakit jantung. Selanjutnya, minman manis juga diketahui terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

Menurunkan risiko diabetes

Minum 1 atau 2 minuman bergula dalam sehari dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 26 persen. Hal ini disebabkan tingginya resistensi insulin. Kelebihan asupan gula seperti fruktosa, glukosa dan bentuk gula lainnya dapat membuat molekul gula terjebak dalam sel, karenanya terkumpul di aliran darah.

Mencegah penyakit perlemakkan hati

Diet tinggi gula dapat memperburuk penyakit perlemakkan hati. Lonjakan insulin yang disebabkan oleh gula menggerakkan lemak ke dalam sel hati dan menyebabkan peradangan serta jaringan parut. Karenanya, mengurangi konsumsi gula akan membantu mencegah risiko ini.

Menghentikan kecanduan gula

Mengonsumsi terlalu banyak gula menutup sinyal dopamin yang sehat. Karenanya, berhenti mengonsumsi gula berlebihan akan membantu menghentikan kecanduan gula.

Depresi

Bila otak mengalami lonjakan gula, insulin menjadi lebih kebal terhadap efeknya, karenanya kurang efektif. Hal ini akan menyebabkan depresi dan kecemasan. Inilah salah satu manfaat berhenti mengonsumsi gula berlebihan.

Menjaga otak tetap tajam

Tahukah Anda bahwa gula sebenarnya bisa mengurangi kekuatan otak? Makan terlalu banyak gula justru bisa mengganggu fungsi kognitif dan mengurangi protein yang diperlukan untuk daya ingat dan tanggap.

Menurunkan risiko Alzheimer dan demensia

Diet tinggi gula mengurangi produksi bahan kimia dikenal sebagai faktor neurotropika yang diturunkan otak, di mana akan membantunya membentuk ingatan baru dan mengingat masa lalu. Makanya, mengurangi konsumsi gula menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia.

Penurunan berat badan

Diet tinggi energi dari fruktosa sering menyebabkan kenaikan berat badan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan bergula untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan resistensi terhadap hormon insulin dan mengakibatkan kenaikan berat badan. Jadi, mengurangi konsumsi gula akan berdampak sebaliknya.

Merasa kurang lapar

Saat tubuh mulai mendeteksi berat badan mulai menurun, hormon yang memengaruhi rasa lapar akan aktif. Dengan menurunkan konsumsi gula, Anda perlu bersiap untuk makan lebih sedikit dengan memperlambat laju karbohidrat dalam tubuh. Serat juga membantu memberi Anda dosis energi yang mantap.

Perut lebih rata

Ketika mengurangi konsumsi gula, maka dapat memiliki perut yang lebih rata. Makan terlalu banyak gula menyebabkan mikroba usus jadi sehat membuat kita menjadi gemuk. Hal ini akan menyebabkan peningkatan bakteri perut yang buruk.

Mulai membakar lemak

Mengurangi asupan gula akan menurunkan jumlah kalori yang Anda konsumsi setiap hari. Ini memaksa tubuh untuk membakar lemak yang tersimpan di bagian perut menjadi energi.

Otot menjadi lebih kuat

Asupan gula yang berlebihan menyebabkan kondisi sarcopenia. Ini merupakan kondisi hilangnya massa otot terkait usia. Hal ini terjadi karena konsumsi gula berlebihan menghalangi kemampuan tubuh mensintesis protein menjadi otot. Dengan mengurangi dampak gula, maka akan membuat otot menjadi lebih kencang dan kuat.