Bumil Boleh Puasa Kok, Eits Tapi Ada Syaratnya!
Saturday, 27 May 2017
Bumil Boleh Puasa Kok, Eits Tapi Ada Syaratnya!

Menjalani puasa tentu menjadi kewajiban bagi semua umat Islam. Tidak menutup kemungkinan jika seorang ibu hamil ingin jalani puasa juga sebagai bentuk ibadah.

Saat berpuasa, seseorang harus menahan lapar dan haus setidaknya 12 jam dalam sehari. Yang harus diperhatikan para ibu hamil yang sedang menjalankan ibadah puasa tentunya adalah kesehatan janin. 

Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Riyan Hari Kurniawan mengatakan, ibu hamil memang wajib berpuasa, tetapi dengan syarat dia mampu dan tidak membahayakan diri sendiri serta janin. Tentu saja, perlu perhatian ekstra bagi mereka yang menjalankannya.

Belakangan, banyak pasien lagi hamil kemudian bertanya mau puasa boleh tidak? Kondisi apa yang tidak memungkinkan saya puasa? Tentu saja, puasa diwajibkan bagi mereka yang menjalaninya," ujar Riyan.

Syarat yang harus dipenuhi ibu hamil saat berpuasa adalah nutrisi sebesar 2500 kilo kalori per hari. Rian mengatakan, hal itu terdiri dari 50 persen karbohidrat, 30 persen protein hewani dan nabati seperti ikan, telur, daging, susu, tahu dan tempe, serta 20 persen yang dalam bentuk lemak seperti kacang-kacangan.

Selain itu, Riyan mengatakan, seorang ibu hamil membutuhkan suplemen vitamin yang terdiri dari asam folat, kalsium dan zat besi. Hal itu karena vitamin yang didapatkan dari makanan saja dinilai tidak mencukupi. Biasanya, seseorang meminum suplemen vitamin itu sebelum tidur.

"Dalam kondisi hamil, seseorang harus mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi karena hampir 50 persen ibu hamil memiliki anemia. Zat besi itu contohnya, daging dan sayuran hijau," ucapnya.

Untuk asam folat, kata Riyan, untuk menghindari seorang anak lahir dengan kondisi cacat. Biasanya, asam folat terdapat pada sayuran hijau.

Seorang ibu hamil dapat memperoleh kalsium dari susu, ikan salmon dan sarden. "Tidak harus susu kalsium. Suplementasi kalsium itu juga tidak sendiri, kombinasi antara kalsium dan vitamin D, yang paling mudah seperti berjemur di sinar matahari sekitar pukul 6-8.00 pagi," tuturnya.

Lantas, makanan apa saja yang perlu dikonsumsi oleh seorang ibu hamil saat sahur dan berbuka puasa? 

Riyan mengatakan, seorang ibu hamil perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang cukup, daging, vitamin C dan antioksidan. Sedangkan saat sahur seorang ibu hamil dianjurkan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan manis.

"Konsumsi air putih tetap 1,8 sampai 2 liter per hari (saat sahur dan buka), dan segelas susu hangat ketika sahur juga penting," ujarnya kemudian.

Saat buka puasa, Riyan menyebut, seorang ibu hamil perlu mengawalinya dengan minuman yang hangat dan manis. Namun, tidak dianjurkan untuk meminum minuman dingin. Menurut dia, ibu hamil juga dapat menyantap kurma sebagai karbohidrat.

Trimester Kehamilan

Seorang ibu hamil memiliki tiga bagian masa kandungan. Riyan mengatakan, pada trimester satu atau tiga bulan pertama, janin masih proses pembentukan organ tubuh, otak, saluran cerna dan ginjal. Umumnya, mereka akan mengalami keluhan seperti mual, pusing, lemas dan muntah.

"Kalau mual dan muntah yang menyebabkan dia tidak bisa makan akan membahayakan. Biasanya, jika seorang ibu hamil memiliki masalah seperti itu tidak dianjurkan untuk puasa," ujarnya.

Riyan menyarankan, jika seorang ibu hamil mengalami mual dan muntah yang hebat sebaiknya segera ke rumah sakit dan konsultasi dengan dokter kandungan.

Untuk trimester dua atau kandungan bulan keempat hingga keenam, ibu hamil akan mendapati berat badannya naik rata-rata 0,5 kg per minggu. Namun, Riyan mengatakan, keluhan seperti mual, muntah, lemas dan pusing di trimester satu tidak boleh terjadi.

Jika keluhan tersebut masih ada, seseorang perlu mengonsultasikannya ke dokter. Namun, jika semua kondisi dirasa baik maka ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa.

Menurut Riyan, susu merupakan sajian utama yang perlu ada ketika sahur dan berbuka puasa. 

Trimester tiga atau di bulan ketujuh hingga kesembilan biasanya seorang ibu hamil sudah siap melahirkan. Meski demikian, asupan dalam jumlah yang cukup dibutuhkan janin karena terus berkembang.

Seseorang di trimester tiga diperbolehkan puasa ketika tekanan darah normal, tidak ada anemia, tidak memiliki sakit gula, janinnya baik, dan berat bayi sudah sesuai. 

 

Source