Deretan Makanan yang Tak Boleh Dipanaskan di Microwave
Friday, 23 June 2017
Deretan Makanan yang Tak Boleh Dipanaskan di Microwave

Menghangatkan makanan di microwave memang lebih praktis. Namun tidak semua makanan bisa dipanaskan. Apa saja makanan itu?

Pernahkah Anda memanaskan suatu masakan atau makanan berkali-kali? Tujuannya memang untuk mematikan bakteri yang mungkin tumbuh dalam makanan yang sudah lama dan membuat rasanya tetap enak. Tapi tahukah Anda, ada jenis makanan yang tak boleh dipanaskan kembali, sebab akan merusak tekstur dan zat gizinya? Apa saja makanan tersebut?

Makanan yang tak boleh dipanaskan dengan microwave

Saat ini memang Anda tak perlu repot menghangatkan makanan yang sudah dingin, Anda tinggal memasukannya ke dalam microwave dan tinggal tunggu beberapa saat maka makanan Anda akan hangat kembali, seperti baru dimasak. Memang makanan yang hangat pasti akan terasa lebih lezat, namun ternyata tak semua makanan bisa Anda hangatkan kembali. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang tak boleh dipanaskan menggunakan microwave.

1. Telur rebus

Beberapa dari Anda mungkin sering merebus telur dalam jumlah yang agak banyak, biar nanti tinggal disimpan saja di dalam lemari es jika dibutuhkan. Bila ingin dikonsumsi bisa dengan mengandalkan microwave agar telur terasa hangat kembali. Tapi tahukah Anda bahwa telur rebus ternyata tak baik untuk dihangatkan ulang, apalagi dengan microwave?

Telur rebus yang dihangatkan kembali rentan pecah tiba-tiba, sebab ketika dihangatkan, ada pembentukan uap di dalam telur, sehingga akan ada di satu titik telur tersebut akan meledak. Entah meledak atau pecah di dalam microwave atau di tangan Anda ketika Anda memegangnya.

Untuk menghindari ‘bom uap’ tersebut, Anda dapat mengupas kulit telur rebusnya terlebih dahulu kemudian potong telur menjadi beberapa bagian.

2. ASI

Agar praktis, biasanya ibu memompa ASI nya kemudian disimpan dalam lemari pendingin. Metode ini cukup efektif dalam memenuhi kebutuhan bayi meskipun si ibu memiliki jadwal aktivitas yang padat. ASI yang sudah dimasukkan ke dalam lemari pendingin itu, biasanya akan dihangatkan kembali dengan microwave.

Namun sebaiknya jangan menghangatkan makanan ini dengan microwave, karena alat tersebut tak akan menghangatkan ASI secara merata. Tentu hal ini akan berbahaya bagi si kecil. Di suatu titik bisa saja ASI terasa sangat panas dan dapat melukai mulut serta tenggorokan si kecil. Jadi, sebaiknya panaskan ASI yang sudah ada di dalam botol dengan air panas yang dididihkan di dalam panci.

3. Daging olahan

Daging olahan biasanya mengandung banyak bahan kimia serta pengawet di dalamnya, sehingga menghangatkan makanan ini dengan microwave adalah ide yang buruk. Bahan kimia yang ada di dalam daging olahan tersebut akan bereaksi saat dihangatkan, seperti kandungan kolesterol yang ada di dalamnya akan teroksidasi.

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam sebuah jurnal Food Control, menyatakan bahwa reaksi oksidasi kolesterol yang terjadi ketika makanan dihangatkan berhubungan dengan risiko penyakit jantung koroner.

4. Berbagai sayuran hijau

Jangan berpikir jika masakan sayuran Anda lebih baik dihangatkan dengan microwave. Kandungan nitrat yang ada di dalam sayuran seperti bayam, kale, atau seledri akan bereaksi dengan panas yang dikeluarkan oleh microwave.

Nitrat yang sebelumnya baik untuk kesehatan, akan berubah menjadi nitrosamine yaitu zat yang telah terbukti menyebabkan kanker. Oleh karena itu, jangan menggunakan microwave jika Anda ingin menghangatkan sayuran. 

 

Source