Penyebab Gusi Berdarah yang Tidak Disadari
Monday, 03 July 2017
Penyebab Gusi Berdarah yang Tidak Disadari

Masalah gusi berdasar sering pula dialami sebagaian orang. Jika Anda belum tahu masalah itu bisa terjadi, simak penjelasan berikut ini.

Gusi adalah salah satu jaringan penyokong gigi, yang terdiri dari jaringan mukosa yang menutupi tulang maksila dan mandibula di dalam rongga mulut. Gusi yang sehat ditandai dengan warna merah muda, memiliki permukaan yang halus, bertekstur padat, dan tahan terhadap adanya pergerakan.

Sayangnya, kesehatan gusi sering kali dianggap remeh. Padahal, gusi yang tidak sehat dapat menyebabkan gingivitis atau radang gusi yang menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Ketika terjadi peradangan pada gusi (gingivitis), di sekitar gusi terbentuk kantung-kantung yang memisahkan gusi dengan gigi. Seiring peradangan terus berlangsung, kantung akan semakin dalam dan mudah berdarah, misalnya saat sikat gigi atau saat mengunyah biasa.

Namun demikian, gusi berdarah pun dapat terjadi akibat menyikat gigi terlalu keras atau memakai gigi palsu yang tidak pas.

Apa saja penyebab gusi berdarah?

Gusi berdarah dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

1. Jarang sikat gigi

Kita semua dianjurkan untuk sikat gigi setidaknya dua kali sehari untuk mencegah timbulnya plak pada gigi. Karena dengan malas menyikat gigi, maka risiko terbentuknya plak pada gigi menjadi lebih besar.

Plak gigi merupakan lapisan tipis, lunak, dan mengandung bakteri yang melekat di permukaan gigi akibat adanya sisa makanan yang menempel pada gigi. Sisa plak gigi yang menempel pada waktu lama akan menjadi karang gigi. Penumpukan plak pada gigi juga meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada gusi, yang ditandai dengan gusi berdarah.

2. Menyikat gigi terlalu keras

Menyikat gigi terlalu keras dapat menimbulkan trauma pada gusi, yang ditandai dengan gusi berdarah. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk menyikat gigi secara perlahan, menggunakan sikat gigi dengan bulu lembut, dan mengganti sikat gigi setidaknya tiga atau empat bulan sekali. Mengganti sikat gigi bulu lembut dengan bulu yang lebih kasar juga dapat menimbulkan gusi berdarah.

3. Teknik menyikat gigi yang kurang tepat

Saat Anda menyikat gigi, pastikan Anda menggunakan gerakan melingkar yang lembut untuk memijat dan membersihkan gigi dan gusi. Menyikat gigi dengan menggunakan gerak maju dan mundur dapat mengiritasi dan merusak gusi Anda, yang ditandai dengan gusi berdarah.

4. Posisi gigi yang tidak teratur

Posisi gigi yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko sisa-sisa makanan terselip pada gigi. Hal tersebut membuat sisa makanan menempel pada gigi, menimbulkan plak, dan menyebabkan gusi berdarah.

5. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok sudah terbukti merusak kesehatan tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Kebiasaan merokok ternyata dapat membuat jaringan gusi sulit diperbaiki, sehingga saat terjadi trauma pada gusi, gusi akan lebih rentan berdarah dan bengkak.

6. Kekurangan vitamin C dan K

Vitamin C seperti buah jeruk, melon, dan jambu biji, berperan untuk memperkuat gusi, membuatnya lebih tahan terhadap bakteri dan mempercepat proses penyembuhan luka. Kekurangan vitamin C tentu dapat menyebabkan gusi berdarah. Selain itu, kekurangan vitamin K yang biasa didapat dar kacang kedelai dan sayuran berwarna hijau, juga dapat menyebabkan gusi berdarah. Vitamin K berperan untuk pembekuan darah.

7. Perubahan hormon

Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan, pubertas, menopause, dan menstruasi bulanan dapat membuat gusi lebih sensitif. Akibatnya, gusi lebih rentan untuk berdarah dan meningkatkan risiko terjadinya peradangan gusi (gingivitis).

Jika setelah mengubah kebiasaan buruk pun Anda masih sering mengalami gusi berdarah, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi agar mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat.

 

Source