50 Persen Kebutaan Warga Indonesia Disebabkan Oleh Katarak
Wednesday, 20 September 2017
50 Persen Kebutaan Warga Indonesia Disebabkan Oleh Katarak

Katarak merupakan penyakit mata yang bisa dialami siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia. Katarak dapat diartikan sebagai penyakit yang diawali dengan kekeruhan yang terjadi pada lensa mata yang berakibat pada penurunan tingkat ketajaman penglihatan.

Umumnya, katarak ditandai dengan buramnya penglihatan, silau saat melihat cahaya, ketidaknyamanan saat membaca sampai pandangan cenderung berkabut. Jika tidak segera diatasi, kekeruhan pada lensa mata bisa semakin tebal bahkan mengeras, menutupi seluruh bagian mata, kondisi semakin parah dan bisa menyebabkan buta permanen.

Di Indonesia sendiri, katarak menjadi penyebab utama dari kasus kebutaan. Bahkan data dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, 50 persen kebutaan warga Indonesia disebabkan oleh Katarak.

Presentasenya sekira 1,5 persen dari 2 Juta penduduk adalah penderita katarak. Setiap tahun, jumlah tersebut terus bertambah sebanyak 240.000 orang dan terancam mengalami kebutaan.

Dalam kasus terbaru, penderita katarak juga selalu bertambah sebesar 0,1 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekira kira 250.000 per-tahun. Sementara itu kemampuan untuk melakukan operasi katarak setiap tahun diperkirakan baru mencapai 180.000/tahun sehingga setiap tahun selalu bertambah backlog katarak sebesar lebih kurang 70.000.

Jika tidak segera mengatasi kesenjangan tersebut maka angka kebutaan di Indonesia semakin lama akan semakin tinggi

.

"Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, PMI Kab Tangerang, Erha Clinic, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Banten dan RSUD Balaraja Tangerang mengadakan kegiatan Operasi Mata Katarak Gratis bagi Masyarakat Tangerang, Banten. Sebagai langkah pengentasan penyakit mata katarak yang ada di Indonesia," ujar Ketua Perdami Banten sekaligus Ketua Tim Dokter Operasi katarak gratis, dr Darmawan M. Sophian, Sp.M., M.Kes.,.

Khususnya di Banten sendiri, prevelansi penderita katarak mencapai 1,5 sampai 2 persen dari total jumlah penduduk. Dalam kegiatan tersebut, Tim Perdami Banten melakukan operasi dengan teknik fakoemulsifikasi, yakni teknologi terkini guna penanganan kasus katarak.

"Ini bertujuan untuk mengurangi tingkat penderita katarak yang ada di Indonesia. Tahun ini targetnya 1000 mata yang dapat di operasi di Banten." ujar Chief Corporate Services Officer Arya Noble (Strategic Investment Holding dari Erha Clinic), Andreas Bayu Aji.

 

Source