MEMBERSIHKAN RUMAH DAPAT MENGURANGI RESIKO KEMATIAN
Monday, 25 September 2017
MEMBERSIHKAN RUMAH DAPAT MENGURANGI RESIKO KEMATIAN

Pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengepel juga aktivitas bersih-bersih lain ternyata termasuk olahraga yang cukup untuk membantu melindungi jantung dan memperpanjang usia.

Sebelum Anda mulai bersih-bersih, simak dulu penjelasannya.

Bertajuk The Prospective Urban Rural Epidemiology (PURE), studi ini dipimpin Population Health Research Institute dari McMaster University bekerja sama dengan Hamilton Health Sciences.

Para peneliti menemukan bahwa melakukan pekerjaan rumah lima kali dalam sepekan menurunkan risiko kematian sampai 28 persen. Risiko penyakit jantung juga menurun 20 persen.

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal medis Lancet ini merinci durasi aktivitas yang dimaksud adalah 30 menit per hari atau 150 menit dalam sepekan. Kabar baiknya, semakin lama durasi aktivitas, semakin baik pula efeknya untuk Anda.

Misal, jika Anda aktif bersih-bersih sampai 750 menit dalam sepekan maka Anda memangkas kemungkinan kematian dini hampir 40 persen.

Atas dasar itu, para peneliti berharap temuan mereka akan mendorong orang untuk aktif bergerak, walaupun mereka tak punya akses untuk berolahraga di pusat kebugaran.

"Jadi anggota pusat kebugaran memang bagus, tapi sebenarnya kita tak punya waktu sebanyak itu. Jika kita bisa berjalan ke kantor, atau menuju tempat makan siang, itu juga bisa membantu," terang Dr. Scott Lear, ketua penelitian.

Riset internasional ini melibatkan lebih dari 130 ribu orang dari 17 negara. Mereka berusia 35 sampai 70 tahun.

Pada awal studi masing-masing partisipan memberikan informasi mengenai status sosial-ekonomi, gaya hidup, sejarah medis, sejarah penyakit jantung dalam keluarga, dan tekanan darah. Tak lupa ukuran tubuh seperti tinggi dan berat badan, juga lingkar pinggang dan pinggul.

Seluruh partisipan juga mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan tentang aktivitas fisik yang biasa mereka lakukan. Informasi ini dipergunakan peneliti untuk mengkalkulasi tingkat aktivitas rata-rata partisipan.

Dari situ tim peneliti menemukan bahwa jika semua orang konsisten melakukan aktivitas fisik 150 menit setiap pekan, maka delapan persen kematian dapat dicegah. Bukan hanya itu, angka penderita penyakit kardiovaskular juga bisa mengalami penurunan sebanyak hampir lima persen.

Para peneliti menegaskan aktivitas fisik apa yang dilakukan seseorang tak jadi masalah. Membersihkan rumah atau bahkan berjalan ke kantor di pagi hari juga masuk hitungan.

Dari total partisipan riset yang mempraktikkan aktivitas fisik sesuai saran periset, hanya 3,8 persen saja yang mengalami penyakit kardiovaskular di kemudian hari, dibandingkan dengan sekitar lima persen partisipan yang tidak mengikuti anjuran peneliti.

Sebenarnya, Organisasi Kesehatan Dunia telah memberi rekomendasi aktivitas fisik. Bagi orang berusia 18 hingga 64 tahun, disarankan melakukan dua jenis latihan fisik setiap pekan, aerobik dan memperkuat otot.

Untuk latihan aerobik, panduan WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik moderat dalam sepekan. Misal, 30 menit per hari selama lima hari. Sementara latihan memperkuat otot sebaiknya dilakukan paling tidak dua kali dalam sepekan.

Pun demikian, faktanya hanya seperempat orang di penjuru dunia yang mengikuti panduan tersebut.

Dr. Lear pun menaruh harapan besar pada hasil studinya dengan tim. "Memenuhi pedoman aktivitas fisik dengan berjalan kaki sesingkat 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu memiliki manfaat yang besar, dan aktivitas fisik yang lebih tinggi berhubungan dengan risiko kesehatan yang lebih rendah," papar Dr. Lear.

Ia menambahkan, menjaga aktivitas dalam keseharian juga dapat membantu orang menghemat uang dan sumber daya lain yang biasanya dihabiskan oleh orang-orang dengan penyakit kardiovaskular. Itu mengapa Dr. Lear menekankan betapa pentingnya aktivitas fisik pada penduduk di negara-negara berpendapatan rendah.

Sementara itu, dinukil New Scientist James Rudd, dosen senior pengobatan kardiovaskular di University of Cambridge mengatakan, "Hasil riset yang jelas memperkuat pesan bahwa olahraga benar-benar adalah obat terbaik yang kita miliki untuk mengurangi kemungkinan kematian dini."

Rudd menambahkan, "Jika sebuah perusahaan obat berhasil membuat obat yang seefektif olahraga, mereka pasti sudah meraih kesuksesan bernilai miliaran dolar dan hadiah Nobel."

Jadi, aktivitas fisik apa yang sudah Anda lakukan hari ini?

 

Source