DAMPAK BAIK DAN BURUK ANTIBIOTIK
Wednesday, 27 September 2017
DAMPAK BAIK DAN BURUK ANTIBIOTIK

Di tengah kesibukan kita sebagai individu sehari-hari, baik itu yang masih sekolah ataupun bekerja untuk memenuhi nafkah, terkadang waktu kita untuk menjaga gaya hidup sehat seringkali tersita. Tubuh yang menjadi terlalu lelah akibat beraktivitas sering membuat daya tahan tubuh menurun.

Pada saat seperti itu mudah sekali bagi tubuh terserang berbagai jenis penyakit yang tentu sangat membuat kita repot karena terganggunya aktivitas yang harus tetap dilakukan. Pada beberapa penyakit mungkin dapat sembuh cepat hanya dengan beristirahat atau mengonsumsi obat-obatan yang dijual di warung. Namun jika penyakit tersebut ternyata tidak sanggup diobati dan mengharuskan kita memeriksakan diri ke dokter, ada kalanya kita akan diberikan resep obat antibiotik.

Tidak banyak yang mengetahui baik dan buruk dari antibiotik yang selama ini kita konsumsi ketika kita sakit. Menurut Dr. Zubairi Djoerban, seorang spesialis penyakit dalam dan guru besar fakultas kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, antibiotik adalah zat antimikroba yang asalnya dari mikroba lain yang dapat dibuat secara sintetis ataupun jamur. Ada antibiotik yang dapat membunuh berbagai kelompok kuman penyebab infeksi tetapi ada juga antibiotik yang dibuat khusus mengatasi kuman tertentu.

Meskipun demikian, penggunaan antibiotik juga memiliki efek tidak baik jika dikonsumsi secara sering setiap kali kita terserang sakit. Hal ini mungkin terjadi karena dapat membuat kuman menjadi kebal terhadap antibiotik yang dikonsumsi atau yang biasa disebut resistensi. Resistensi dapat terjadi ketika seseorang yag meminum antibiotik tidak mengikuti saran dan petunjuk yang diberikan oleh dokter, kebanyakan hanya meminum ketika keluhan terjadi pada tubuh dengan pola yang tidak teratur.

Apabila hal ini berulang terjadinya maka penyakit yang dialami nantinya akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyembuhkannya dan tentunya biaya yang lebih besar karena memerlukan jenis obat lain yang lebih kuat untuk mematikan kuman tersebut. Oleh karena itulah antibiotik tidak boleh dikonsumsi secara bebas di masyarakat dan hanya boleh dibeli dengan resep dari dokter. Tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik, hanya penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman sajalah yang membutuhkan antibiotik sebagai pembunuh kuman. Penyakit seperti flu batuk yang disebabkan oleh virus sebenarnya tidak membutuhkan antibiotik.

 

Sumber