Apakah Anak Boleh Minum Kopi?
Thursday, 08 November 2018
Apakah Anak Boleh Minum Kopi?

V Listeners!

Sebetulnya belum ada standar khusus dari badan kesehatan tertentu untuk mengetahui usia tepat anak diperbolehkan minum kopi. Namun, berdasarkan pertimbangan risiko yang ditimbulkan kopi bagi anak, American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein.

Menurut Andy Bellatti, MS, RD, ahli gizi dan nutrisi dari Amerika Serikat, kopi yang perlu dihindari tak hanya berupa kopi hitam, tetapi juga berbagai jenis minuman berbahan dasar kopi seperti kopi susu, cappuccino, frappuccino, latte, dan sejenisnya. Selain kafein, kandungan gula dalam frappucino dan cappucino dapat dibilang tergolong tinggi. Hal ini dapat berakibat anak menimbun kalori yang tidak ia butuhkan daripada asupan vitamin dan mineral. Beberapa orangtua zaman dulu juga memiliki kepercayaan bahwa memberikan konsumsi dua sendok kopi kepada anak akan mencegahnya dari penyakit step. Selain itu kopi juga dapat menimbulkan berbagai resiko lain seperti

Insomnia (sulit tidur),

Anak usia balita hingga 12 tahun membutuhkan tidur selama paling tidak 11 jam sehari. Remaja usia 12 hingga 18 tahun harus tidur kira-kira 10 jam sehari. Waktu tidur ini dibutuhkan supaya setiap fungsi tubuh bekerja dengan baik. Jika anak minum kopi, kafein masih tersimpan dalam tubuh anak hingga 8 jam sesudahnya. Maka ketika waktunya tidur tiba, anak masih tetap terjaga dan belum ingin tidur.

Hiperaktif

Bagi orang dewasa, efek kopi dalam menambah energi bisa menjadi hal yang sangat membantu untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari. Akan tetapi, anak-anak yang minum kopi akan menunjukkan perilaku yang gelisah, tidak bisa konsentrasi, dan hiperaktif Ini karena anak-anak jauh lebih rentan terhadap kafein daripada orang dewasa. Selain itu, anak juga masih lebih sulit mengendalikan diri dibanding orang dewasa.

Mengganggu Penyerapan Kalsium

Kafein adalah zat yang bisa mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Kopi yang mengandung kafein bersifat diuretik, yaitu memicu produksi air seni. Semakin cepat air seni atau urin dikeluarkan oleh ginjal, semakin banyak pula kalsium yang belum diserap tubuh ikut terbuang.

Mengurangi Selera Makan

Kopi adalah minuman stimulan yang akan berdampak buruk bagi selera makan anak. Sementara itu, anak dalam masa pertumbuhannya sangat membutuhkan berbagai asupan gizi yang didapat dari makanan.

Ketergantungan

Apabila anak Anda sudah sering minum kopi, kandungan kafeinnya bisa memicu ketergantungan. Lama-kelamaan, anak harus minum lebih banyak kopi untuk membantunya tetap terjaga.

 

Bagaimana V Listeners, jangan sampai anak Anda mengonsumsi kopi sebelum waktunya ya.

 

Source