Cara Menjaga Anak Dari Kejahatan Seksual
Friday, 04 January 2019
Cara Menjaga Anak Dari Kejahatan Seksual

Sebagai orangtua tentu kita akan memberikan yang terbaik untuk anak kita, kita ingin selalu menjaga dan melindunginya. Namun orangtua tidak bisa selalu menemani aktivitas anak-anak selama tubuh kembangnya. Contohnya saja ketika anak-anak sudah memasuki usia sekolah atau kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler. Berikut tips yang sudah kami rangkum, agar anak anda terhindar dari kejahatan seksual.

Gunakan Anatomi yang benar untuk menyebutkan bagian tubuh

Gunakan nama anatomi yang benar untuk payudara, penis, dan vagina adalah penting. Anda harus menyampaikan kepada anak-anak bahwa tidak ada yang berbeda tentang organ seksual daripada bagian tubuh lainnya.

Menggunakan nama penyebut pengganti hanya untuk bagian tubuh ini secara tidak langsung mengirimkan pesan bahwa organ seksual berbeda dan entah bagaimana salah atau memalukan untuk membicarakan. Dengan begitu ini dapat meningkatkan kemampuan anak-anak untuk menyampaikan informasi secara akurat jika ada kekhawatiran pelecehan.

Diskusikan dengan apa bagian-bagian yang tidak boleh disentuh orang lain

Diskusi tentang persetujuan harus dimulai sejak dini. Anak-anak harus tahu bahwa mereka mengendalikan siapa yang menyentuh mereka dan bagaimana caranya. Dengan demikian, Anda tidak boleh memaksa anak-anak Anda untuk memberikan pelukan atau ciuman kepada teman dan kerabat jika mereka tidak nyaman melakukannya.

Tetap wasppada, Jangan mudah percaya

Misalnya, Anda sekarang berhati-hati untuk membiarkan anak-anak bermain sendirian di taman atau berjalan ke sekolah tanpa ditemani karena kita khawatir mereka bisa diculik. Namun, Anda kurang berhati-hati meninggalkan mereka dengan pengasuh anak, guru, teman, dan keluarga, padahal sebenarnya ini adalah individu-individu yang mungkin paling berisiko.

Ajari penggunaan teknologi, dan jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal

Anak-anak zaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan gadget, padahal ini merupakan cara pelaku untuk menghubungi mereka. Untuk itu, bicaralah dengan anak-anak Anda tentang bahaya teknologi online dan bahwa mereka tidak boleh membagikan informasi identifikasi apa pun termasuk berbagi foto dengan orang asing secara online.

Ajari anak berpikir kritis, dan diskusi secara terbuka dengan orangtua

Agar mereka dapat membuat keputusan yang bijak dan baik. Perkuat pemikiran kritis mereka dan pandu mereka ke arah yang benar. Katakan pada anak Anda agar selalu terbuka dan bercerita jujur pada orangtua. Untuk anak-anak remaja, Anda dapat menggunakan kejadian media dan hal-hal yang mereka lihat di TV untuk mendorong diskusi. 

 

Source