Cara Menyimpan Keju
Tuesday, 17 September 2019
Cara Menyimpan Keju

Vlisteners, banyak berbagai jenis makanan yang ditambahkan dengan keju pasti rasanya menjadi lezat. Keju memang dapat membuat citarasa makanan jadi lebih gurih. Sayangnya, ketika membeli keju cheedar atau mozarella kita tidak menggunakan selutuh bagian keju tersebut. Kita hanya memerlukan beberapa bagian saja. Lantas, bagaimana dengan sisa keju yang sudah dibuka? Yuk simak tips berikut ini.

1. Jangan menyimpan di dalam plastik

Tahukah Anda bahwa plastik adalah wadah terburuk untuk menyimpan keju. Mengapa? Keju mengandung sejumlah minyak dan lemak. Apabila minyak dan lemak pada keju terpapar oleh plastik selama berhari-hari, maka rasa dan aroma plastik akan melekat pada keju tersebut. Alhasil, citarasa dari keju itu sendiri sudah tidak akan terasa lagi. Jadi, jika tidak terpaksa sebaiknya hindari menyimpan keju dalam plastik.

2. Jangan menyimpan keju tanpa pembungkus atau penutup

Keju lebih berisiko tinggi berjamur jika disimpan tanpa ditutup atau dibungkus oleh apapun. Jika ada bagian keju yang tidak berjamur, sebaiknya segera potong dan buang bagian yang berjamur. Simpan keju tersebut di wadah yang berbeda, tapi sebelumnya oleskan wadah plastik dengan minyak zaitun atau canola agar keju tidak kering. Setelah itu,
tutup rapat wadah plastik tersebut agar keju tidak kembali berjamur. Untuk keju padat sebaiknya disimpan di suhu ruangan, tapi jika itu adalah keju lembut simpanlah di dalam lemari es.

3. Pakai kertas pembungkus keju

Tekstur kertas pembungkus keju ini mirip dengan kertas minyak. Uniknya, kertas khusus ini dapat memberikan ruang udara pada keju tanpa membuat keju jadi mengeras. Formaticum adalah merk pembungkus keju yang paling terkenal. Sayangnya, merk ini masih sulit ditemukan di Indonesia. Anda bisa memesan kertas keju ini melalui situs jual beli online. Pasalnya, keju yang disimpan dengan cara dibungkus menggunakan kertas khusus ini bisa bertahan hingga 2 minggu, lho.

 

Source