Manfaat Sentuhan Ibu Pada Bayi
Thursday, 07 November 2019
Manfaat Sentuhan Ibu Pada Bayi

Vlisteners, sentuhan adalah cara sederhana ibu untuk berkomunikasi dengan bayinya, bahkan sejak bayi belum dilahirkan. Indra peraba bayi mulai berkembang pada usia kehamilan 7 sampai 8 minggu. Karena itu, sentuhan  ibu adalah bahasa pertama bagi bayi. Sentuhan merupakan wujud kasih sayang ibu pada bayi yang telah lama ia nanti-natikan. Tak hanya itu sentuhan ibu pada bayinya ternyata memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, pertumbuhan, serta perkembangan bayinya, dan berikut penjelasannya.

 

1. Mempererat ikatan dengan bayi

Bayi yang sering mendapatkan sentuhan dari orangtuanya akan lebih cepat mengenali siapa ibu dan ayahnya. Pasalnya, bayi dapat membedakan setiap jenis sentuhan orang-orang yang mengasuhnya.

 

2. Komunikasi ibu dan bayi

Untuk bayi yang baru lahir, kontak kulit antara ibu dan bayi merupakan bagian penting dari ikatan dan komunikasi. Sentuhan bisa membantu bayi mengomunikasikan kebutuhan dan keinginannya, berinteraksi dengan orang lain, dan mengeksplorasi sumber sentuhan dan lingkungannya.

 

3. Menenangkan bayi

Sentuhan lembut adalah salah satu cara terbaik untuk menenangkan bayi. Sehingga, jika bayi Anda merasa resah atau menangis, Anda bisa menenangkannya dengan cara membelai punggungnya dengan lembut. Bayi akan selalu senang berada di dekat Anda karena merasakan kehangatan, aroma, dan nuansa tubuh Anda.

 

4. Merangsang perkembangan mental bayi

Studi yang dilakukan oleh Theodore Wacks menemukan bahwa bayi yang lebih sering mendapatkan sentuhan secara langsung dari ibu cenderung memiliki perkembangan psikologis yang lebih baik selama enam bulan pertama kehidupannya.

 

5. Mempengaruhi kemampuan kognitif

Hasil studi yang dilakukan oleh dr. Stiffany Field menemukan bahwa bayi yang sering mendapatkan sentuhan ibu dan ayah cenderung memiliki perkembangan kognitif yang lebih cepat, termasuk dalam kemampuan berpikir, mengingat, dan berbahasa; sehingga bisa mengoptimalkan perkembangan psikologis, perilaku, dan sosial si kecil.

 

Source