Waspada risiko kafein untuk balita
Thursday, 21 November 2019
Waspada risiko kafein untuk balita

Kopi kini menjadi konsumsi wajib bagi sebagian besar orang dewasa. Selain orang dewasa, kopi juga ternyata menjadi minuman kesukaan beberapa anak yang masih berusia di bawah 5 tahun atau balita. Tingginya tingkat konsumsi kopi pada balita juga dipengaruhi oleh perilaku orang-orang yang ada di lingkungan mereka, terutama orangtua. Kebiasaan minum kopi pada balita merupakan hal berisiko dan tidak baik untuk kesehatannya. Berikut ini beberapa efek samping mengonsumsi kopi bagi anak-anak terutama balita.

1. Risiko obesitas lebih tinggi

Risiko obesitas tersebut bukan semata-mata datang dari kafein. Seorang dokter anak bernama Dr. Kristine Powell menjelaskan, anak-anak biasanya mengonsumsi jenis kopi yang mengandung gula seperti frapuccino, capuccino, dan sebagainya. Kandungan gula tersebutlah yang kemudian membuat risiko obesitas pada anak meningkat. 

2. Gangguan pencernaan

Balita memiliki sistem pencernaan yang masih berkembang. Tubuh balita juga kemungkinan masih belum mampu menyerap kafein, sehingga kandungan tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko asam lambung naik, mulas, atau pun diare pada anak.

3. Risiko kekurangan gizi

Anak-anak membutuhkan asupan nutrisi yang baik agar pertumbuhannya optimal. Kopi tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik untuk si kecil, sehingga mengonsumsi kopi dalam jumlah tinggi pada anak dapat mengakibatkan ia kekurangan gizi. Kafein dalam kopi juga dapat menghambat penyerapan kalsium pada tubuh balita yang akan mengakibatkan pertumbuhan tulangnya terganggu.

4. Berisiko kecanduan

Tidak menutup kemungkinan anak yang telah mencicipi kopi menjadi ketagihan. Apabila seseorang sudah terbiasa minum kopi dan ia berhenti mengonsumsi kopi secara tiba-tiba, maka hal itu juga akan menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, stres, dan meningkatnya sikap agresif.

 

source