Mengenali Anak Berbakat
Monday, 23 June 2014
Mengenali Anak Berbakat

KETIKA membicarakan seputar bakat anak, rasanya hampir semua orangtua akan bersemangat. “Anakku bakatnya di bidang musik!”, “Kalau anakku sepertinya cocok jadi foto model, dia pintar sekali bergaya di depan kamera, loh!”. Wah, tak ada habisnya membahas bakat si kecil.

Umumnya, bakat selalu dikaitkan dengan kreativitas. Menurut Psikolog, Irma Gustiana A, M.Psi, Psi, kreativitas dapat dipupuk dan dibentuk dalam lingkungan yang mendukung. Kreativitas merupakan sikap yang tak hanya melibatkan pola pikir melainkan kemampuan anak menyelesaikan masalah.

Sebut saja Thomas Alva Edison penemu lampu pijar yang jatuh bangun memertahankan ide dan kreativitasnya. Sementara, orang lain mencemooh betapa konyol hal yang ia kerjakan. Kreatif tak hanya memiliki dan menjalankan ide, juga mampu mencari keunggulan dari kreativitas tersebut.

Genetik & Lingkungan

Sikap kreatif bisa muncul karena dua faktor, yaitu secara genetik dan bakat kreatif yang bisa dirangsang dari lingkungan. Ciri anak kreatif adalah anak yang mempunyai rasa ingin tahu besar, selalu bertanya dan tidak pernah puas dengan jawaban yang diberikan.

Mereka juga mempunyai minat tinggi dalam membaca sehingga pengetahuannya lebih luas, selalu aktif, cenderung percaya diri, dan cepat tanggap merupakan ciri lainnya. Mereka juga mempunyai banyak ide yang terkadang agak aneh.

Saat ini, banyak permainan dan kelompok belajar yang dapat mengasah kreativitas anak. Bahkan seorang pendidik kenamaan dari Inggris, Arthur J Cropley mengatakan tak seorang pun yang tidak memiliki kreativitas karena jika demikian sama seperti tidak memiliki kepintaran sama sekali.

Jangan Batasi!

Di sisi lain, banyak anak yang mengalami kesulitan mengembangkan daya kreativitasnya karena tidak ada media menyalurkannya maupun kurangnya perhatian orangtua.

Pola pengajaran di sekolah sebaiknya jangan terlalu menekan atau bahkan membatasi anak dalam mengeksplorasi dirinya sehingga membuat mereka merasa apa yang dikemukakan selalu salah. Padahal dengan selalu memberikan kebebasan, daya kreativitas mereka semakin terasah.

Rangsangan yang bersifat motorik bisa dilakukan agar anak menjadi pribadi yang kreatif dan mampu menangkap segala yang dilihat dan dirasakannya. Pada umur 2-3 tahun daya tangkap anak sudah baik. Anak sudah bisa diajarkan permainan yang lebih kompleks. Sebagai orangtua, menyediakan media sebagai tempat anak bermain dan bereksplorasi untuk menyalurkan kreativitasnya adalah suatu kewajiban.

Karakteristik Umum Anak Berbakat

- Aspek Belajar 
o    Cepat dan cekatan dalam menerima informasi, terkadang terlihat tidak menyukai rutinitas.
o    Menyukai kegiatan atau tugas yang kompleks atau menantang. 
o    Memiliki pengetahuan yang tidak umum dimiliki anak lain. 
o    Kemampuan berbahasa pada level advance.
o    Menyukai kegiatan membaca sejak dini. 
o    Terampil dalam memecahkan masalah. 
o    Kritis dan mempertanyakan banyak hal. 

- Aspek Sosial Emosi
o    Percaya diri. 
o    Menyenangi teman yang lebih tua. 
o    Menyukai kesempurnaan, kadang bekerja lebih lambat. 
o    Berteman berdasarkan kesukaan yang sama.
o    Pandai menyesuaikan diri. 
o    Senang menolong, menawarkan bantuan. 

- Aspek Motivasi
o    Memiliki passion pada hal yang ia sukai, terkesan menolak tugas lain di luar passion-nya. 
o    Persisten menyelesaikan tugas.
o    Menyukai mengerjakan tugas sendiri, tidak terlalu membutuhkan arahan, tidak jarang menolak bekerja sama.
o    Terkadang terlihat dominan.
o    Memiliki keyakinan yang kuat.

- Aspek Kreativitas
o    Bermain-main dengan banyak pertanyaan “what if”.
o    Senang akan ide-ide baru. 
o    Senang melakukan eksperimen, senang melamun, menemukan cara baru dalam menyelesaikan tugas .
o    Memiliki sense of humor yang cukup tinggi, membuat komentar-komentar lucu. 
o    Sensitif pada hal-hal yang terkait dengan seni.

(okezone)