Bumil Wajib Hindari Kimia dalam Kosmetik
Monday, 01 September 2014
Bumil Wajib Hindari Kimia dalam Kosmetik

TIDAK semua kosmetika berbahaya bagi mama hamil dan menyusui. Terpenting, kosmetika dan krim perawatan mama tidak mengandung zat kimia berbahaya bagi mama dan bayi.
 
Berikut adalah nama kandungan kimia yang terbukti berbahaya dan dilarang oleh Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan, yang dikutip dari buku karangan Nadia Mulya dan Joy Roesma berjudul Moms and The City: Cerita Seru Mamud Masa Kini.
 
Merkuri
Merkuri sering disalahgunakan pada krim atau lotion pemutih kulit. Merupakan logam berat berbahaya. Merkuri dalam konsentrasi kecil dan paparan jangka pendek saja bersifat racun dan menimbulkan berbagai masalah, seperti perubahan warna dan bintik hitam kulit, alergi, iritasi kulit, hingga kerusakan permanen pada susunan saraf otak, kerusakan ginjal dan memicu perkembangan sel kanker. Bagi mama hamil, dampaknya berupa gangguan perkembangan janin.
 
Hidrokinon
Pemakaian jangka panjang yang lebih dari enam bulan serta dosis tinggi dapat menyebabkan hiperpegmentasi, terutama pada daerah kulit yang terkena sinar matahari langsung. Juga menimbulkan kulit menjadi kehitaman yang bersifat tidak dapat pulih kembali. Bila hidrokinon terakumulasi dalam kulit dapat menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA, sehingga bersifat karsinogeni (memicu sel kanker).
 
Asam Retinoat/Tretinoin/Retionic Acid
Banyak disalahgunakan pada produk peeling (pengelupasan kulit), obat jerawat, dan pemutih. Kulit dikelupas terlalu dalam sehingga menjadi sangat sensitif, mudah iritasi dan menimbulkan rasa terbakar.
 
Resirsinol
Menyebabkan iritasi kulit dan menganggu sistem imun. Bahkan dapat menimbulkan gejala dermatitis, iritasi mata, kulit, tenggorokan, saluran pernapasan atas, peningkatan detak jantung, methemoglobinemia, cyanosis, konvulsi, dispepsia, hipotermia dan hematuria.
 
Diethylene Glycol (DEG)
DEG adalah sesepora (trace element) yang terdapat pada bahan baku gliserin dan polietilen oksida seperti pada pasta gigi. DEG merupakan racun bagi manusia dan binatang karena dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat, keracunan pada hati dan gagal ginjal.
 
Bahan Pewarna Merah K.(Cl 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.(Cl 12075)
Zat warna sintetis untuk pewarna kertas, tekstil atau tinta sering disalahgunakan dengan menambahkannya pada bahan baku lisptik,eyeshadow, dan perona pipi. Ketiga zat ini bersifat karsinogenik, sementara Rhodamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.
 
(Okezone/ren)