Haruskah Hari Ibu Diubah Menjadi Hari Wanita?
Wednesday, 17 December 2014
Haruskah Hari Ibu Diubah Menjadi Hari Wanita?

HARI Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember sebentar lagi akan berlangsung. Namun hal ini mendapat komentar dari artis senior Jajang C. Noer karena Hari Ibu itu seharusnya adalah perayaan untuk perempuan bukan hanya ibu.

Faktanya memang tanggal 22 Desember dijatuhkan sebagai Hari Ibu karena sekitar tahun 1920-an, Indonesia pertama kalinya mengadakan kongres wanita.

“Sebetulnya Hari Ibu 22 Desember itu Hari Perempuan sebenarnya. Itu adalah hari di mana kongres wanita Indonesia pertama. Jadi memang karena perempuan, bukan hanya ibu,” ungkapnya kepada Okezonesaat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Jajang menganggap perayaan itu harus lebih dirayakan perempuan ketimbang hanya kepada ibu, karena tidak semua perempuan adalah seorang ibu.

“Karena enggak semua perempuan jadi ibu. Semua orang punya ibu, tapi enggak semua perempuan adalah ibu. Ada yang tidak menikah, tidak punya anak, jadi sebetulnya itu Hari Perempuan,” tegasnya. (Okezone / CNP)